Topics Covered: Rupiah menguat dipengaruhi faktor stabilisasi jangka pendek
Rupiah Menguat Berkat Faktor Stabilisasi Jangka Pendek
Jakarta – Pasar keuangan mencatatkan pergerakan nilai tukar rupiah pada hari Senin yang berakhir dengan penguatan sebesar 21 poin atau 0,12 persen. Rupiah kini tercatat di Rp17.168 per dolar AS, naik dari level sebelumnya Rp17.189 per dolar AS.
Kebijakan BI Berdampak Positif
Analisis dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebutkan perkuatan rupiah dipicu oleh faktor stabilisasi jangka pendek. “Kenaikan nilai rupiah ke Rp17.168 terjadi di tengah kombinasi antara sentimen lokal dan internasional yang masih memberikan tekanan, namun didukung oleh faktor stabilisasi dalam jangka pendek,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Tekanan Eksternal Masih Ada
Dalam konteks eksternal, tekanan terhadap rupiah terus datang dari penguatan dolar AS, yang didorong oleh permintaan tinggi terhadap aset safe-haven akibat ketegangan geopolitik. “Selain itu, ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi serta kenaikan harga minyak global juga berkontribusi meningkatkan risiko inflasi impor,” tambah Amru.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga mengalami pergerakan ke arah peningkatan, mencapai Rp17.176 per dolar AS dari Rp17.189 sebelumnya.
“Kenaikan nilai rupiah ke Rp17.168 terjadi di tengah kombinasi antara sentimen lokal dan internasional yang masih memberikan tekanan, namun didukung oleh faktor stabilisasi dalam jangka pendek,” ujar Muhammad Amru Syifa.
“Selain itu, ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi serta kenaikan harga minyak global juga berkontribusi meningkatkan risiko inflasi impor,” tambah Amru.