Main Agenda: Bappenas: Peluncuran CPAP Indonesia-UNICEF untuk lanjutkan pembangunan

Bappenas: Peluncuran CPAP Indonesia-UNICEF untuk Lanjutkan Pembangunan

Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumumkan peluncuran Country Program Action Plan (CPAP) 2026-2030. Program ini merupakan kolaborasi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang bertujuan mempercepat pertumbuhan nasional. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas, menjelaskan bahwa CPAP selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak tahap awal kehidupan.

Program Penguatan Hak Anak

“Program pertama yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat mendasar, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai,” kata Rachmat Pambudy dalam agenda peluncuran kerja sama pemerintah Indonesia dan UNICEF di Gedung Bappenas, Senin. Program ini memiliki dampak signifikan dalam menjaga kesejahteraan anak-anak, termasuk memperkuat akses air bersih, sanitasi, dan pendidikan.

“Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung target pembangunan nasional, khususnya Prioritas Nasional (PN) ke-2, terkait akses sanitasi aman, indeks kualitas air, serta lingkungan hidup. PN-4 fokus pada penurunan stunting, angka kematian ibu, peningkatan usia harapan hidup, nilai PISA, dan indeks perlindungan anak. PN-6 juga bertujuan mengurangi tingkat kemiskinan,” ujar Bahjuri Ali, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas.

Sebelumnya, kerja sama antara Indonesia dan UNICEF telah berlangsung selama 60 tahun melalui Basic Cooperation Agreement (BCA). Penerapan BCA diwujudkan dalam siklus program lima tahunan yang dikenal sebagai CPAP. Kali ini, siklus ke-13 akan dijalankan hingga 2030. Dalam lima tahun terakhir, program tersebut mencatat pencapaian penting, seperti distribusi lebih dari 77 juta dosis vaksin COVID-19, pembentukan pusat keunggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pengembalian 105 ribu anak ke sistem pendidikan.

Komitmen Berkelanjutan

Peluncuran CPAP 2026-2030 dibuat berdasarkan prioritas nasional RPJMN 2025-2029, visi-misi Presiden dan Wakil Presiden, serta kerangka kerja kerja sama global United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026-2030. Selain itu, program ini juga merujuk pada Konvensi Hak Anak, komitmen internasional, dan rekomendasi pembangunan anak dari forum strategis nasional.

Penyusunan CPAP 2026-2030 melibatkan 16 kementerian/lembaga dan UNICEF. Kesepakatan final dilakukan dalam rapat tim pengarah yang dihadiri pejabat tinggi dari semua lembaga terkait. Dokumen penandatanganan ditandatangani oleh Menteri PPN/Bappenas, Country Representative UNICEF Indonesia, dan Menteri Dalam Negeri pada 29 Desember 2025. Program ini mencakup sektor gizi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta perlindungan anak dan kebijakan sosial.

Komponen utama CPAP meliputi koordinasi lintas sektor, pendanaan, dan kegiatan pengelolaan hibah. Dengan semua persiapan ini, Bappenas dan UNICEF berharap program dapat memberikan dampak nyata dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *