Main Agenda: Kualitas naskah berperan besar pada kesuksesan film RI, menurut Menbud
Kualitas naskah berperan besar pada kesuksesan film RI, menurut Menbud
Jakarta menjadi panggung utama bagi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang menekankan peran kualitas naskah dalam menggerakkan industri film Indonesia. Dalam acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026, ia menyoroti bahwa skenario merupakan elemen kritis yang menentukan keberhasilan karya perfilman. “Film hebat hanya mungkin terwujud jika skenario yang mendukungnya berkualitas,” jelas Fadli.
“Kualitas naskah juga mampu mengoptimalkan kemampuan para aktor dan aktris serta memperkuat pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada penonton,” tambahnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa skrip yang baik bisa memastikan film sejarah tetap relevan dan bertahan di berbagai bioskop se-Indonesia. “Tantangannya adalah menjaga kualitas, dan ini dimulai dari naskah serta skenario yang solid,” ujar Fadli.
Fadli Zon menginginkan para sutradara dan penulis naskah lebih banyak menghadirkan karya berkualitas di genre lain, seperti sejarah, budaya, atau kisah anak-anak. Ia yakin, pengeksplorasiannya akan mendorong kreativitas sineas dan memperkuat keberadaan Indonesia di pasar global. “Beberapa film baru menunjukkan potensi yang menggembirakan, semoga mampu mendapat pengakuan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti di festival-festival film,” kata Fadli.
Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan “Kompetisi Skenario SINEMA 2026” sebagai langkah untuk mencari bakat lokal yang mampu menyajikan naskah-naskah berkualitas. Program ini diberi fokus pada tema kepahlawanan sebagai penggerak industri film nasional. Di sisi lain, Fadli berharap generasi muda tidak hanya mempelajari budaya dan sejarah dari buku, tetapi juga melalui film yang menampilkan kekayaan budaya dan perjuangan pahlawan bangsa.
“Film merupakan media paling efektif untuk memperkenalkan budaya kita ke dunia. Dalam satu adegan, semua aspek budaya—seperti bahasa, musik, seni, pertunjukan, tradisi, kuliner, hingga fesyen—dapat ditampilkan secara utuh,” pungkasnya.