Special Plan: IIF: Inisiatif pemerintah hingga ESG pacu investasi infrastruktur
IIF: Inisiatif Pemerintah hingga ESG Pacu Investasi Infrastruktur
Pengembangan Infrastruktur dan Peran IIF
Menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin, Presiden Direktur dan CEO PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), Rizki Pribadi Hasan, menyatakan bahwa inisiatif pemerintah, kondisi likuiditas pasar, serta komitmen terhadap ESG menjadi faktor utama dalam mendorong investasi infrastruktur. IIF, yang berdiri 16 tahun lalu bersama Pemerintah Indonesia dan empat lembaga internasional, berperan sebagai pelaku katalis dalam pembangunan proyek infrastruktur. “Mandat kami berfokus pada pendukung, bukan pengganti, sektor perbankan dan pasar modal,” tambahnya.
Kolaborasi Pemerintah dengan Institusi Keuangan
Seiring waktu, Pemerintah terus memperkuat sistem jaringan lembaga khusus untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dalam 16 tahun terakhir, IIF dan mitra strategisnya secara kolektif telah mengerjakan lebih dari 150 proyek infrastruktur di berbagai bidang. Pemerintah juga membentuk dua dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) dengan fungsi yang semakin luas, termasuk menjadi super holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan penanam modal dalam program prioritas nasional.
Kondisi Pasar dan Likuiditas
Ketersediaan likuiditas domestik dinilai memadai, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan di sektor perbankan mencapai sekitar 80 persen. Basis dana pensiun dan perusahaan asuransi juga terus berkembang, mencari aset jangka panjang untuk investasi. “IIF menghadirkan solusi pembiayaan awal dan take-out financing, serta mendorong instrumen pasar modal seperti green perpetual notes, credit enhanced bonds, serta obligasi berjangka panjang,” jelas Rizki.
Inovasi Pembiayaan dan Mekanisme Keuangan
Dalam rangka mengoptimalkan efisiensi, IIF menggandeng Pemerintah melalui salah satu dana kekayaan negara untuk mengeluarkan instrumen blended finance. Ini membuka peluang inovasi yang lebih luas dalam sektor keuangan. Rizki menekankan bahwa harga kompetitif dan standar ESG ketat adalah dua elemen yang tak tergantikan. “Kami telah mengalokasikan lima tahun terakhir untuk menurunkan biaya dana dan memastikan kualitas lingkungan serta sosial dalam setiap proyek yang kami bantu,” pungkasnya.
“IIF mendukung industri melalui pembiayaan tahap awal dan take-out financing, serta telah memelopori instrumen pasar modal termasuk green perpetual notes, credit enhanced bonds, dan obligasi bertenor panjang. Pemerintah, melalui salah satu SWF, juga telah menerbitkan instrumen yang berfungsi sebagai mekanisme blended finance. Kami berharap lebih banyak inovasi akan hadir,” imbuh dia.