New Policy: KAI Hadirkan Layanan Ramah Perempuan dan Inklusif, Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman bagi Semua

KAI Perkuat Layanan Ramah Perempuan dan Inklusif

Dalam upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman, KAI Group telah menghadirkan berbagai fasilitas khusus. Layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, termasuk penggunaan kereta api dalam berbagai skenario kehidupan sehari-hari, seperti pergi ke kantor, pulang saat Lebaran, atau bepergian di akhir pekan.

Angka Penumpang Naik Signifikan

Menurut data yang dihimpun dari Januari hingga Maret 2026, KAI Group berhasil melayani sebanyak 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama bagi berbagai kebutuhan transportasi.

“KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana yang mendukung disabilitas,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Perluasan Fasilitas untuk Kelompok Spesifik

Dari segi keamanan dan kenyamanan, KAI telah mengembangkan layanan di berbagai jalur. Misalnya, untuk perempuan, tersedia kereta khusus wanita di Commuter Line dan LRT Jabodebek pada waktu tertentu, serta pemisahan toilet antara pria dan wanita di kereta jarak jauh. Aplikasi Access by KAI juga menawarkan peta duduk perempuan (female seat map) yang memudahkan pelanggan memilih kursi berdekatan.

Bagi ibu hamil, KAI menyediakan kursi prioritas, loket khusus, dan pin khusus. Di stasiun, ada 120 ruang laktasi untuk mendukung kebutuhan ibu dan anak. Sementara itu, pelanggan yang membawa balita diberi akses ke area bermain (kids play area), serta jalur evakuasi yang ramah keluarga.

Khusus untuk penyandang disabilitas, KAI terus meningkatkan infrastruktur, seperti blok panduan (guiding block), tangga ramp, lift di stasiun besar, dan kursi prioritas di Commuter Line.

Penguatan Sistem Keamanan

Di sisi keamanan, KAI mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan melalui standar operasional yang lebih ketat. Integrasi antara Command Center dan Contact Center, serta pemanfaatan teknologi CCTV Analytics di stasiun dan kereta, menjadi bagian dari upaya ini.

“Kami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambah Anne.

Dalam Januari hingga Maret 2026, terdapat 20 keluhan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line. Angka ini menjadi dasar untuk perbaikan terus-menerus, termasuk penegakan aturan yang tegas dan pendampingan korban hingga proses hukum selesai.

“Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *