Meeting Results: IRNA sebut Iran tolak ikut putaran kedua perundingan damai dengan AS
IRNA sebut Iran tolak ikut putaran kedua perundingan damai dengan AS
Teheran, 19 April – Kantor berita Iran, IRNA, mengungkapkan bahwa negara itu menolak berpartisipasi dalam sesi perundingan damai putaran kedua dengan Amerika Serikat (AS). Menurut laporan tersebut, ketidakhadiran Iran dalam pembicaraan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk tuntutan yang dinilai berlebihan dari Washington, ekspektasi yang tidak realistis, sikap yang sering berubah-ubah, serta kontradiksi yang berulang. Selain itu, blokade laut yang masih berlangsung juga menjadi salah satu alasan utama penolakan, menurut IRNA.
“Kehadiran Iran dalam putaran kedua perundingan dipengaruhi oleh tuntutan AS yang dianggap tidak logis dan tidak realistis, sikap yang terus-menerus berubah, serta keberlanjutan blokade laut,” kata IRNA dalam unggahan di akun media sosial X mereka.
Dalam laporan berbahasa Persia, IRNA menegaskan bahwa informasi mengenai putaran kedua perundingan damai antara Teheran dan Washington yang diterbitkan di Islamabad tidak akurat. Kantor berita ini menyatakan bahwa laporan AS merupakan bagian dari “permainan media” yang bertujuan menyalahkan pihak lain untuk mendorong Iran dalam negosiasi.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melakukan serangan bersama terhadap Teheran serta kota-kota lain di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan sejumlah komandan militer senior serta warga sipil. Dalam respons, Iran menggelar serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset AS di wilayah Timur Tengah, sementara memperketat kontrol atas Selat Hormuz.
Pihak berperang sepakat mencapai gencatan senjata pada 8 April, yang kemudian diikuti oleh perundingan panjang antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April. Setelah pembicaraan tersebut tidak mencapai kesepakatan, AS mengimplementasikan blokade laut sebagai tindakan lanjutan.
Menurut informasi terbaru, delegasi Iran dan AS diperkirakan akan mengadakan putaran perundingan damai berikutnya di Pakistan dalam waktu dekat. Namun, IRNA menyatakan bahwa situasi saat ini tidak menawarkan harapan besar bagi proses negosiasi yang produktif.