Official Announcement: Gempa magnitudo 7,4 di Jepang, Kemlu pastikan tak ada WNI jadi korban

Gempa Besar Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Terluka

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam gempa besar bermagnitudo 7,4 serta tsunami yang terjadi di wilayah utara Jepang, Senin siang waktu lokal.

KBRI Tokyo Terus Pantau Dampak Gempa

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa KBRI Tokyo telah menerima informasi terkait pengumuman peringatan tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido setelah gempa mengguncang. “Saat ini, belum ada laporan WNI terkena dampak gempa,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, dikonfirmasi Senin.

“KBRI Tokyo terus menjaga komunikasi aktif dengan komunitas WNI di daerah terdampak, khususnya Aomori dan Iwate,” tambah Heni.

WNI yang berada di wilayah pesisir Samudera Pasifik seperti Aomori, Hokkaido, dan Iwate diminta tetap waspada terhadap peringatan tsunami serta mengikuti instruksi evakuasi dari otoritas setempat. Bagi mereka yang menghadapi krisis dan butuh bantuan, dapat menghubungi hotline KBRI melalui nomor +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419.

Menurut catatan USGS, gempa terjadi pukul 07:52 GMT (14:52 WIB) dengan episentrum berada 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate. Sementara pemerintah Jepang mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,5, dengan peringatan tsunami dikeluarkan untuk tiga wilayah tersebut.

Otoritas setempat sempat menghentikan operasional layanan kereta cepat antara Tokyo dan Aomori akibat guncangan kuat. Pihak berwenang juga menegaskan bahwa “tidak ada indikasi ancaman di pembangkit listrik tenaga nuklir” di Aomori dan Miyagi, menurut laporan Kyodo News.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *