New Policy: Kepala BGN: Indonesia tempatkan SDM sebagai prioritas pembangunan
Kepala BGN: SDM Jadi Fokus Utama Pembangunan
Di Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Indonesia menganggap sumber daya manusia (SDM) sebagai pusat perhatian dalam upaya membangun bangsa. “Saya sangat menghargai langkah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, yang dipimpin oleh Kepala Bappenas, dalam menjadikan SDM sebagai prioritas pembangunan. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto, SDM ditempatkan sebagai tujuan utama, serta mendapat dukungan luas,” ujarnya pada acara peluncuran kerja sama antara pemerintah Indonesia dan UNICEF periode 2026–2030 di Gedung Bappenas, Senin.
Kemitraan Dengan UNICEF
Dalam acara tersebut, diperkenalkan rencana tindakan nasional (CPAP) yang merupakan kolaborasi Indonesia dan UNICEF untuk lima tahun ke depan. Kerja sama antara pemerintah RI dan UNICEF sudah berlangsung selama 60 tahun, sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Dasar (BCA). Implementasi BCA diubah menjadi siklus program lima tahunan, yang disebut CPAP. Sekarang ini, Indonesia dan UNICEF meluncurkan siklus kelima belasnya.
Dadan menegaskan bahwa kerja sama ini telah mencapai hasil nyata, terutama dalam meningkatkan hak anak di berbagai bidang, seperti gizi, sanitasi, pendidikan, serta perlindungan sosial. Beberapa pencapaian penting mencakup distribusi lebih dari 77 juta dosis vaksin COVID-19, pembentukan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berfokus pada pengembangan keunggulan, dan pemulihan 105 ribu anak ke dalam sistem pendidikan, termasuk perlindungan 237 ribu anak dari risiko kelulusan dini.
“Dengan adanya Badan Gizi Nasional, ini menjadi inisiatif utama pemerintahan Pak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming untuk memastikan setiap anak memiliki akses gizi yang layak. Perhatian ini mencakup seluruh tahap kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan hingga usia 18 tahun. Sehingga, tidak ada anak yang terlewatkan dalam pemberdayaan,” tutur Dadan.
Saat ini, sekitar 62 juta anak di Indonesia sudah mendapatkan gizi seimbang, dengan bantuan anggaran lebih dari Rp60 triliun hingga April 2026. Dana ini digunakan untuk program intervensi gizi agar setiap anak memperoleh asupan nutrisi minimum. Dadan berharap kerja sama strategis dengan UNICEF terus berlanjut, serta menjadikan hubungan ini sebagai sinergi yang saling menguntungkan.