Solving Problems: Sekjen Golkar luncurkan buku bawa semangat politik untuk tolong rakyat
Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ Dipersembahkan dalam Semangat Pelayanan Rakyat oleh Sekretaris Jenderal Golkar
Di Jakarta, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meluncurkan karya terbarunya berjudul ‘Kekuasaan Yang Menolong’ yang diharapkan mampu menginspirasi semangat pelayanan kepada masyarakat. Buku ini diluncurkan dalam acara di kompleks parlemen, Senin, sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang mengutamakan kepentingan rakyat.
Sarmuji menjelaskan bahwa garis politik yang diusungnya melihat kekuasaan bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai sarana untuk berkontribusi pada kebaikan umum. Ia menekankan bahwa buku ini diilhami oleh nama mendiang anaknya, Muhammad Sutojoyo Sulthanan Nashir, yang menjadi pengingat dalam menjalani perjalanan politik.
“Kekuasaan Yang Menolong itu sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira, yaitu nama putra kami,” kata Sarmuji.
Buku ini merupakan salah satu dari tiga karya yang diterbitkan oleh Sarmuji. Dua dari tiga buku tersebut dianggap sebagai karya utama, termasuk karya ini. Nama anaknya, menurutnya, selama ini menjadi semangat untuk tetap fokus pada kepentingan publik.
Sarmuji menyampaikan bahwa putranya meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit leukemia pada 2024. Meski kehilangan anak, ia tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan, yaitu komitmen untuk melayani rakyat. “Kami kehilangan putra kami yang telah berjuang menghadapi leukemia sampai titik darah penghabisan,” tambahnya.
Menurut Sarmuji, buku ini juga dipakai untuk menghormati para orang tua yang sedang berduka. Ia menegaskan bahwa kehilangan anak adalah pengalaman yang pahit, tetapi tidak menghalangi keinginan untuk terus berkontribusi bagi kebaikan umum.
Bab-bab awal buku ini menyoroti kekuasaan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Sementara bagian berikutnya mengulas respons dan pandangan Sarmuji terhadap isu-isu sosial yang menjadi perdebatan di DPR.