Key Strategy: Video: Perang Masih Panas, Transaksi Emas Masih Kuasai Bursa Berjangka

Perang Timur Tengah Berdampak Kuat, Emas Tetap Dominan di Bursa Berjangka

Konflik Timur Tengah yang Terus Memicu Fluktuasi Harga Komoditas

Jakarta – Konflik Timur Tengah antara Iran dan AS-Israel masih menjadi faktor sentimen yang memengaruhi pergerakan harga berbagai komoditas global, termasuk minyak, LPG, batu bara, dan emas. Perang tersebut tetap memicu ketidakpastian di pasar keuangan, yang berdampak signifikan pada harga-harga komoditas.

Komoditas safe haven seperti emas sangat dipengaruhi oleh sentimen global, pasokan dan permintaan, kebijakan moneter, serta nilai tukar dolar. Lonjakan indeks dolar, yang kini masih menjadi mata uang utama dalam transaksi minyak internasional, terutama disebabkan oleh eskalasi perang yang sedang berlangsung.

Berdasarkan penjelasan Gunawan Herman, kepala Dupoin Futures Indonesia, harga emas cenderung bergerak sideways di kisaran USD 4.200-4.900 per Troy dalam jangka pendek. Hal ini dikarenakan potensi kenaikan yield obligasi AS yang mengurangi daya tarik emas sebagai investasi. Meski demikian, di bursa berjangka, emas tetap menjadi komoditas terbanyak diperdagangkan, mencapai 80-90% dari total transaksi setiap bulannya.

Dampak Perang Timur Tengah pada Transaksi Komoditas

Bagaimana pengaruh konflik Timur Tengah terhadap transaksi komoditas di bursa berjangka? Simak dialog Syarifah Rahma dengan Gunawan Herman dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 20 April 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *