New Policy: IHSG Loyo Hari Ini, Saham Prajogo Kasih Tekanan Terbesar
IHSG Loyo Hari Ini, Saham Prajogo Kasih Tekanan Terbesar
Kondisi Pasar Saham Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan pada Senin (20/4/2026). Indeks turun 39,89 poin atau 0,52% menjadi 7.594,11. Total saham yang mengalami penurunan mencapai 446, sementara 263 saham menguat dan 250 saham stagnan. Transaksi pasar mencapai Rp16,61 triliun, melibatkan 38,15 miliar lembar saham dalam 2,42 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar mengalami penurunan menjadi Rp13.534 triliun.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menguat. Indeks dibuka naik 0,39% dan bahkan menyentuh level tertinggi harian di 7.692,15. Namun, sebelum akhir sesi pertama, IHSG terkoreksi hingga berada di zona merah pada jeda makan siang. Koreksi berlanjut di sesi kedua, dengan IHSG menyentuh titik terendah harian di 7.570,43.
Saham Penurun Utama
Koreksi utamanya dipicu oleh penurunan emiten di bawah naungan Prajogo Pangestu. Barito Renewables Energy (BREN) turun 0,38%, menurunkan IHSG sebesar 10,14 poin. Barito Pacific (BRPT) mengalami penurunan 4,04%, berkontribusi 3,94 indeks poin. Chandra Asri Pacific (TPIA) juga masuk dalam daftar saham yang mengalami tekanan, dengan sumbangan 2,07 indeks poin.
Di sisi sebaliknya, Bumi Resources Minerals (BRMS) memberi dorongan. Emiten Bakrie ini menyumbang 7,5 indeks poin. Selain itu, saham Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) tiba-tiba masuk dalam daftar 10 saham dengan volume transaksi tertinggi. Paket mencatat transaksi total sebesar Rp852 miliar. Saham ini menarik perhatian investor setelah kenaikan lebih dari 60% sejak awal bulan.
Faktor Eksternal yang Memengaruhi
Pasaran keuangan Indonesia diperkirakan tetap volatil sepanjang pekan ini setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz setelah sempat mengumumkan gencatan senjata. Pada Minggu, pengiriman melalui jalur ini terhenti total setelah Iran menegaskan kendali atas perairan strategis yang menjadi kunci pasokan energi global, hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir.
“Pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan kemajuan,” kata negosiator Iran, seperti dikutip Refinitiv. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan ada “percakapan yang sangat baik” dengan Teheran.