Meeting Results: Perkuat Sistem Irigasi Nasional, Kementan Siapkan Lebih dari Rp3 T

Perkuat Sistem Irigasi Nasional, Kementan Siapkan Lebih dari Rp3 T

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana lebih dari Rp3 triliun untuk meningkatkan kapasitas sistem irigasi nasional. Inisiatif ini bertujuan menjaga stabilitas produksi pangan seiring persiapan menghadapi musim kemarau 2026. Total anggaran yang ditujukan untuk sektor pertanian mencapai Rp12 triliun, dengan fokus utama pada perbaikan dan ekspansi infrastruktur irigasi di wilayah sentra pertanian.

Kebijakan Berbasis Potensi Wilayah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan alokasi dana tersebut tidak dibagikan secara merata. “Kami menyesuaikan penyaluran berdasarkan potensi daerah serta respons kepala daerah,” jelasnya. Ia menekankan bahwa daerah dengan kesiapan tinggi akan mendapatkan prioritas, termasuk peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan infrastruktur irigasi.

Kami dorong anggaran irigasi lebih dari Rp3 triliun, dari total Rp12 triliun yang kita distribusikan.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri sekitar 170 bupati, Kementan mengupas strategi penguatan irigasi untuk memastikan program berjalan efektif di tingkat daerah. Amran menegaskan bahwa partisipasi aktif pemimpin daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi proyek.

Program Irigasi dan Pengembangan Lahan

Program yang dicanangkan mencakup tiga aspek utama: rehabilitasi jaringan irigasi, optimasi lahan (oplah), serta pompanisasi dengan cakupan 1,5 juta hektare. Selain itu, pemerintah menyiapkan 80 ribu unit pompa untuk melayani sekitar 1 juta hektare lahan, khususnya daerah dengan potensi pertumbuhan pertanian tinggi.

Tidak dibagi rata. Kita lihat potensi dan respons kepala daerah. Kalau bupatinya aktif, kita percepat.

Di sisi produksi, Kementan menargetkan ekspansi lahan pertanian sebesar 30 ribu hektare melalui pencetakan sawah baru. Dukungan benih tahan kekeringan juga diberikan untuk meningkatkan indeks tanam hingga dua atau tiga kali setahun, terutama di lahan kering.

Kondisi Ketersediaan Pangan

Amran memastikan stok pangan nasional tetap aman. “Dalam tiga hari ke depan, cadangan beras akan mencapai 5 juta ton,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa standing crop mencapai 11 juta ton, sementara cadangan di sektor rumah tangga dan layanan makanan mencapai 12,5 juta ton. “Totalnya bisa mencukupi 11 bulan, melebihi estimasi El Nino yang hanya berlangsung selama enam bulan,” terangnya.

Anggaran untuk Perkebunan

Sejumlah dana tambahan, yaitu Rp9,95 triliun, dialokasikan untuk pengembangan sektor perkebunan pada 2026–2027. Program ini menargetkan ekspansi 870 ribu hektare lahan untuk komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, pala, dan jambu mete.

Sudah, jawabannya pelaksanaan. Kalau rendemen rendah, solusinya permanen, bongkar, ganti bibit. Kalau produktivitas rendah, petani tidak untung, tidak bisa beli pupuk. Ini lingkaran yang harus kita putus.

Amran mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kualitas pelaksanaannya. Ia menyoroti adanya proyek yang belum optimal meski dana tersedia, serta mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif mengawasi implementasi di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *