Iran Buka Lagi Selat Hormuz – Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut
Pada Senin (20/4), Iran kembali membuka akses kapal dagang melalui Selat Hormuz setelah sebelumnya menutupnya pada Sabtu (18/4). Meski jalur tersebut kini terbuka, Teheran menyatakan siap memutusnya kembali jika Amerika Serikat tidak mengakhiri blokade di luar wilayah strait tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan bahwa pengembangan kembali Selat Hormuz berlaku selama masa gencatan senjata, seperti dikutip dari AFP. “Semua kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas selama periode gencatan senjata yang sedang berlangsung,” ujarnya di media sosial X. Namun, Araghchi tidak merinci apakah masa gencatan senjata tersebut merujuk pada kesepakatan 10 hari antara Lebanon dan Israel, atau perpanjangan dua minggu antara Iran dan AS yang dimulai 8 April.
“Jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Araghchi.
Dilaporkan media pemerintah, Iran menggunakan perpanjangan gencatan senjata ke Lebanon sebagai syarat untuk membuka kembali jalur pelayaran. Sebelumnya, data dari Kpler, perusahaan analisis perkapalan, menunjukkan lebih dari 20 kapal melewati Selat Hormuz pada Sabtu (18/4), yang menjadi angka tertinggi sejak 1 Maret lalu. Hari itu juga, Iran dan AS masih mengunci akses ke wilayah strategis tersebut.
Dari kapal yang berhasil melewati perbatasan pada Sabtu, lima di antaranya membawa kargo dari Iran, termasuk minyak dan logam. Tiga kapal lainnya mengangkut gas minyak cair, dengan satu menuju Tiongkok dan satu ke India, seperti dilaporkan Reuters pada Senin (20/4).