Key Discussion: Politik kemarin, ratas “giant sea wall” Pantura hingga damai di Papua

Politik kemarin, ratas ‘giant sea wall’ Pantura hingga damai di Papua

Kemajuan pembangunan tanggul laut di Pantura

Jakarta – Berbagai peristiwa politik pada hari Senin (20/4) menarik perhatian, termasuk kegiatan rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas percepatan konstruksi tanggul laut raksasa di pesisir utara Pulau Jawa.

“Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan konstruksi,” ujar Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, setelah sesi rapat usai.

Kunjungan Wapres Gibran di Papua

Senin pagi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, dengan mengenakan atribut khas daerah tersebut. Mahkota kasuari dan tas selempang noken menjadi bagian dari penampilannya saat memulai kunjungan kerja.

“Jangan kepala batu. Sama-sama duduk bareng bicarakan menciptakan tanah Papua damai,” kata Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia, dalam jumpa pers di Jakarta Selatan.

RUU PPRT disetujui untuk paripurna

Jakarta – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR, Senin, yang menyetujui Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) untuk dibawa ke rapat paripurna. Proses pembahasan telah rampung, sehingga keputusan final diambil.

“Selanjutnya kami meminta persetujuan rapat, apakah hasil pembahasan RUU PPRT dapat diproses lebih lanjut,” tutur Dasco, yang mendapat respons setuju dari anggota Baleg.

TNI menjelaskan hak lintas kapal Amerika

Kadispenal TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan bahwa kapal milik Amerika Serikat yang melintasi Selat Malaka melakukan Hak Lintas Transit. Penjelasan ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

“Menanggapi kapal asing yang melintas di Selat Malaka, bahwa hak kapal, termasuk kapal perang, adalah Transit Passage,” terang Tunggul.

Dampak baku tembak di Puncak

Peristiwa lain yang terjadi di Papua adalah baku tembak antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Selasa (14/4). Akibatnya, 15 warga sipil meninggal.

“Semua komunitas, termasuk tentara, OPM, KKB, dan masyarakat Papua, harus bersatu menciptakan damai,” tambah Natalius Pigai saat menyampaikan ajakan kerja sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *