Bikin Onar saat Gencatan – Israel Rilis Peta ‘Jajah’ Lebanon Selatan
Bikin Onar saat Gencatan, Israel Rilis Peta ‘Jajah’ Lebanon Selatan
Militer Israel memperkenalkan peta baru yang menunjukkan lokasi pasukannya di Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah. Peta ini menempatkan puluhan desa dalam lingkup kendali Israel. Penerbitan peta dilakukan beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah dimulai.
Garis penempatan yang tercantum dalam peta menjangkau hingga 5 hingga 10 kilometer dari perbatuan ke wilayah Lebanon. Area tersebut dianggap Israel sebagai zona penyangga untuk melindungi kota-kota di utara dari ancaman Hizbullah. Sejak awal Maret, pasukan Israel menghancurkan desa-desa di kawasan ini dengan alasan memutus kemungkinan serangan teroris.
“Lima divisi, termasuk pasukan Angkatan Laut Israel, bekerja bersama di selatan garis pertahanan depan untuk meruntuhkan infrastruktur teror Hizbullah dan mengurangi ancaman langsung terhadap komunitas di Israel utara,” kata militer Israel dalam pernyataan yang dikutip Reuters.
Menurut otoritas Lebanon, Israel masih membatasi akses warga ke sebagian besar wilayah selatan garis tersebut. Sementara itu, militer Israel enggan memberi komentar mengenai kembalinya warga yang terpaksa mengungsi ke rumah mereka.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bangunan di perbatuan yang digunakan Hizbullah akan segera dihancurkan. “Setiap gedung yang mengancam tentara kami dan jalan yang diduga dipasangi bahan peledak harus dibongkar,” tambahnya.
Perang Lebanon dimulai pada 2 Maret, saat Hizbullah menyerang sebagai dukungan untuk Iran, yang memicu balasan dari Israel. Sampai akhir Maret, otoritas Lebanon melaporkan lebih dari 2.100 korban tewas, termasuk 177 anak-anak, serta 1,2 juta warga terpaksa mengungsi. Hizbullah belum merilis jumlah korban di pihak mereka, meski sekitar 400 milisi terlapor gugur.
Di sisi lain, Israel menegaskan serangan Hizbullah telah menyebabkan dua warga sipil tewas di wilayahnya dan 15 tentara Israel gugur di Lebanon.