Latest Program: Indonesia percepat transisi energi bersih lewat 1,3 GW PLTS Atap

Indonesia percepat transisi energi bersih lewat 1,3 GW PLTS Atap

Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perusahaan listrik PT PLN (Persero), bersama Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) meluncurkan proyek pembangkit tenaga surya berbasis atap (PLTS Atap) sebesar 1,3 gigawatt (GW). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pergeseran menuju sumber energi yang lebih bersih di dalam negeri.

Langkah strategis sesuai visi nasional

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, mengungkapkan bahwa peluncuran ini menjadi bukti kemajuan dan fondasi awal dalam mewujudkan visi pengembangan 100 GW energi surya secara nasional. Visi tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Asta Cita, yakni strategi nasional untuk mencapai kemandirian energi.

“Pengembangan PLTS 100 GW adalah langkah penting yang sejalan dengan Asta Cita, terutama dalam mencapai swasembada energi, memperkuat hilirisasi, serta mendorong penggunaan energi berkelanjutan,” ujar Ahmad.

Dukungan untuk pembangunan berkelanjutan

Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), menambahkan bahwa inisiatif ini juga membantu menyiapkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi masa depan dan memperkuat Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Ia menekankan perlu kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat adopsi energi surya di berbagai sektor.

“Dengan dukungan berbagai pihak, Indonesia punya peluang besar untuk mencapai target energi surya nasional sekaligus meningkatkan peran dalam transisi energi regional,” kata Adi.

Strategi untuk memenuhi kebutuhan nasional

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menyatakan bahwa energi surya kini bukan lagi potensi, tetapi kebutuhan strategis. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan PLTS dan mewujudkan visi transisi energi nasional.

“Dengan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra kunci pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS,” ujarnya.

Program PLTS Atap ini sejalan dengan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dan peningkatan persentase energi baru terbarukan (EBT). Selain itu, proyek ini juga menunjang upaya mengembangkan akses energi bersih dan sistem penyimpanan energi di tingkat desa serta koperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *