Visit Agenda: Hari Kartini, WPB asing ikut pelatihan salon di lapas perempuan Bali

Hari Kartini: WPB Asing Ikut Pelatihan Salon di Lapas Perempuan Bali

Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan, Badung, Bali, menggelar pelatihan salon dan pameran kerajinan sebagai upaya meningkatkan kemandirian warga binaan. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang menjadi momen penting bagi para penghuni lembaga pemasyarakatan. Kepala Lapas Ni Luh Putu Andiyani menjelaskan, peserta pelatihan akan menerima sertifikat sebagai bukti keahlian yang dikuasai.

Pelatihan yang Diadakan

Dalam pelatihan tersebut, 20 warga binaan dipilih untuk mengikuti pembelajaran tata rias dan teknik menyanggul tradisional Bali. Mereka mengenakan kebaya, selendang, serta kain kemben selama proses latihan. Untuk menghadirkan nuansa budaya, pelatihan juga melibatkan praktisi salon yang mengajarkan keahlian khas daerah.

“Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah,” ujar Kasarin Khamkhao, warga binaan asal Thailand yang menjalani tujuh tahun masa pidana dari total 16 tahun hukuman atas kasus narkoba.

Para peserta saling berkolaborasi dalam merias dan menyanggul satu sama lain. Hasil kerajinan yang mereka buat, seperti tas, syal rajutan, kipas tangan, dan kue pie susu, menjadi bagian dari pameran yang diadakan. Selain itu, beberapa warga binaan juga menampilkan Tari Nusantara sebagai bentuk ekspresi kreatif.

Dalam acara serupa, sebanyak 80 warga binaan lainnya mendapatkan penyuluhan mengenai nilai spiritual dan pemahaman politik. Keterampilan yang dibina meliputi berbagai bidang, seperti membuat kripik tempe, menyusun kipas tangan, memasak kue, perawatan kuku, serta teknik peternakan ayam, kolam lele, dan bercocok tanam melon serta anggur.

Lapas Kerobokan saat ini berisi 258 warga binaan dari 12 negara, melebihi kapasitas semestinya yang hanya 120 orang. Kegiatan Hari Kartini ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik secara pribadi maupun sosial, selama masa pemasyarakatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *