Key Discussion: Pemkab Cirebon lanjutkan program “sister city” dengan Yangjiang
Pemkab Cirebon Lanjutkan Program “Sister City” dengan Yangjiang
Pemkab Cireborn, Jawa Barat, melanjutkan kerja sama sister city dengan Kota Yangjiang, Guangdong, China, dengan fokus pada sektor pertanian dan perikanan. Langkah ini bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi.
“Pertukaran pengalaman di bidang pertanian serta perikanan akan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujar Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, Selasa.
Kerja sama ini dibahas selama Pemkab Cirebon menerima kunjungan Wakil Sekretaris Komite Kota Yangjiang, Lei Yuchun, di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon. Dua pihak telah menandatangani nota kesepahaman untuk menjalin sister city pada 29 Desember 2023, menjadi dasar pengembangan hubungan antar daerah.
“Kunjungan delegasi Yangjiang hari ini menjadi momen penting untuk mendorong implementasi memorandum saling pengertian,” tambah Agus.
Pada 2024, Pemkab Cirebon mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,83 persen. Angka ini menempatkan daerah tersebut sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi ketiga di Jawa Barat. Selain itu, kabupaten ini masuk dalam Kawasan Rebana melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021, sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Kawasan Rebana diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis industri, logistik, dan jasa, membuka peluang investasi internasional. Lei Yuchun menyebut, hubungan antara Cirebon dan Yangjiang memiliki ikatan sejarah yang kuat, salah satunya melalui kisah Putri Ong Tien, yang menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah Cirebon.
Sementara itu, Lei Yuchun menambahkan bahwa nenek moyang kedua wilayah telah membuka jalur persahabatan melalui pelayaran antarlaut. Faktor ini menjadi fondasi hubungan sejarah antara Kota Yangjiang dan Cirebon hingga kini. Ia juga mengatakan, kondisi saat ini di China dan Indonesia sedang bersama-sama membangun komunitas masa depan, termasuk mendorong pembangunan berkualitas.
Menurut Lei Yuchun, kedua kota memiliki populasi seimbang, lokasi strategis, serta industri yang saling melengkapi. Hal ini menciptakan peluang kolaborasi luas di berbagai sektor kunci.