Special Plan: PLN perkuat keandalan listrik Jawa-Bali dengan enam IBT

PLN perkuat keandalan listrik Jawa-Bali dengan enam IBT

Di Surabaya, Jawa Timur, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) sedang mengejar peningkatan ketahanan pasokan energi di wilayah Jawa dan Bali. Langkah ini melibatkan pemasangan enam unit interbus transformer (IBT) yang mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta menjaga stabilitas listrik. Proyek strategis nasional (PSN) ini bertujuan untuk mendukung pengoperasian Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kalipuro.

“Seluruh tim di lapangan saat ini bekerja ekstra untuk memastikan tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja (K3),” ujar Hendro Prasetyawan, General Manager PLN UIP JBTB, di Surabaya, Jatim, Selasa.

Menurut Hendro, enam IBT yang tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, akan mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa peralatan ini menjadi bagian kritis untuk GITET Kalipuro, karena berfungsi sebagai pusat pengaturan distribusi daya dari sistem 500 kV ke sistem 150 kV.

Karena ukuran material IBT yang besar dan berat, pengangkutan dari pelabuhan ke lokasi proyek memerlukan kendaraan berat serta prosedur khusus. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas di jalur yang dilalui, sehingga PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengangkutan.

Sebagai bagian dari pengembangan kompleks energi Kalipuro, PLN menetapkan target pengoperasian GI 150 kV pada Januari 2027. Proyek ini diharapkan menjadi pelengkap penting untukGITET 500 kV dalam menyalurkan listrik secara lebih andal dan efisien ke area beban utama. Dengan selesainya pembangunan GITET dan GI Kalipuro, distribusi listrik dari pembangkit Jawa Timur ke Pulau Bali akan lebih optimal, mendukung kebutuhan industri, pariwisata, dan pelabuhan di Banyuwangi.

“Kami berharap proyek PSN ini dapat mengurangi risiko gangguan dan meningkatkan fleksibilitas operasi sistem kelistrikan,” tambah Hendro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *