Special Plan: Semua pihak diajak jaga etika demokrasi dan hindari DFK
Semua Pihak Diajak Jaga Etika Demokrasi dan Hindari DFK
Jakarta – Dalam situasi politik yang terus berubah, anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo Said, dikenal juga sebagai Pasha, menghimbau semua pihak untuk tetap menjaga aturan dalam proses demokrasi. Ia menekankan pentingnya menghindari penyebaran narasi yang mengandung disinformasi, fitnah, serta kebencian (DFK). Pasha meminta partisipasi bersama dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan memastikan publik dapat mengawasi kinerja pemerintah secara efektif.
Pasha menjelaskan bahwa perbedaan pandangan tentang kebijakan pemerintah adalah hal yang alami dalam sistem demokrasi. Meski tidak semua orang memiliki perspektif yang sama, ia mengajak untuk tetap menjunjung tinggi prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ dalam kehidupan politik. “Prinsip ini perlu dijaga agar tidak merusak proses demokrasi atau menimbulkan ketegangan berlebihan,” kata Pasha.
“Dalam kehidupan politik, prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ harus tetap dijunjung tinggi, selama bertujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan cara yang terbuka, jujur, serta bertanggung jawab. Pasha berpendapat bahwa kompetisi politik harus didasari oleh gagasan, program, dan kontribusi konkret bagi masyarakat. “Jika perbedaan ini diungkapkan secara tidak sehat, maka demokrasi bisa terganggu,” ujarnya.
Menurut Pasha, kritik yang disampaikan kepada pemerintah dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengingatkan bahwa kritik harus dibedakan dari ujaran kebencian yang bersifat menyerang secara personal atau tendensius. “Ini bisa dianggap sebagai pelanggaran undang-undang,” katanya.
“Jika kritik telah bergeser menjadi upaya pembusukan karakter dan pembunuhan reputasi terhadap pejabat publik, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat luas,” tambah Pasha.
Dalam kesimpulan, Pasha menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan politik yang sehat, etis, serta berorientasi pada kepentingan rakyat. “Kata mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tutur legislator bidang agama dan sosial tersebut.