Special Plan: Produsen lihat respons pasar soal aturan baru pajak EV
Produsen lihat respons pasar soal aturan baru pajak EV
Guangzhou, China (ANTARA) – GAC Aion, produsen mobil listrik, sedang mengawasi respons pasar terhadap perubahan aturan pajak kendaraan listrik berdasarkan Permendagri No. 11 Tahun 2026. CEO perusahaan, Andry Ciu, menjelaskan bahwa masyarakat akan bereaksi jika terjadi kenaikan harga, tetapi sejauh mana dampaknya, kita akan melihat bagaimana respons publik nanti.
CEO GAC AION, Andry Ciu, mengatakan bahwa masyarakat akan bereaksi jika terjadi kenaikan harga, tetapi sejauh mana dampaknya, kita akan melihat bagaimana respons publik nanti.
Andry Ciu menambahkan bahwa perusahaan juga sedang mengumpulkan data mengenai tingkat kenaikan pajak EV untuk menentukan langkah strategis berikutnya. “Kita masih menunggu waktu tepat kapan angka pastinya diumumkan,” katanya.
Perusahaan mengungkap bahwa mereka belum mendengar informasi bocoran mengenai rencana kenaikan pajak EV sebelumnya. “Kita baru mengetahui adanya perubahan aturan, seperti yang diketahui media dan publik, bahwa kenaikan pajak terjadi secara mendadak,” ujarnya.
Permendagri No. 11 Tahun 2026 mengubah skema pengenaan pajak kendaraan bermotor, termasuk EV, dengan menghilangkan pengeklusian dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Artinya, kepemilikan atau penyerahan mobil listrik kini termasuk dalam sistem pajak, meski besaran tarif bisa bervariasi tergantung kebijakan setiap daerah.
Menurut aturan tersebut, pengenaan pajak tidak bersifat mutlak. Pemerintah pusat memberikan ruang bagi insentif berupa pembebasan atau pengurangan tarif, seperti yang dijelaskan dalam Pasal 19. Besaran insentif ini diterapkan secara fleksibel oleh masing-masing pemerintah daerah.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pajak EV ke depan tidak lagi seragam. Setiap wilayah dapat menetapkan kebijakan sesuai kondisi lokal, sehingga pengaruhnya terhadap industri mobil listrik bisa berbeda-beda.