Latest Program: Gibran minta TNI-Polri jaga keamanan di Yahukimo demi program Presiden

Gibran minta TNI-Polri jaga keamanan di Yahukimo demi program Presiden

Yahukimo, Papua Pegunungan (ANTARA) – Dalam kunjungan ke wilayah tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kerja sama TNI dan Polri untuk memastikan situasi aman. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga tanpa adanya kepentingan pihak tertentu, agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan optimal di sana.

“Saya mohon dari TNI, Polri juga terima kasih atas kerja kerasnya. Saya ingin benar-benar keadaannya aman, tidak ada kepentingan sama sekali. Saya hanya ingin memasukkan semua program prioritas dari Bapak Presiden dan nanti pada akhirnya yang menikmati juga warga,” ujarnya.

Kehadiran Wapres di Yahukimo dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan stabilitas keamanan sebagai fondasi utama percepatan pembangunan serta pemerataan program pemerintah hingga ke wilayah terpencil. Menurut Gibran, keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), subsidi perumahan untuk masyarakat, dan koperasi desa merah putih sangat bergantung pada kondisi wilayah yang aman.

Kabupaten Yahukimo dikenal sebagai area rawan gangguan keamanan karena adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dalam kegiatan tersebut, Gibran mengapresiasi upaya TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan selama kunjungan kerja di sana. Ia menekankan bahwa tanpa situasi stabil, berbagai program yang dicanangkan Presiden seperti MBG, CKG, perumahan rakyat, serta koperasi desa merah putih akan kesulitan mencapai masyarakat.

Selama tiga jam di Yahukimo, Gibran mengunjungi sekolah Kristen, memeriksa fasilitas kesehatan di RSUD Dekai, serta bertemu dengan keluarga prajurit TNI di Koramil 1715/06 Dekai yang menjadi Markas Yonif 5 Marinir dan Taipur/Timsus 303 untuk pengamanan wilayah. Kunjungan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat, termasuk Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, ketua komite eksekutif percepatan pembangunan otonomi khusus Papua Velix Wanggai, serta Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *