Facing Challenges: Bidik 100 GW PLTS, RI Bangun Industri Manufakturnya di Dalam Negeri
Bidik 100 GW PLTS, RI Bangun Industri Manufakturnya di Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia tengah merencanakan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga mencapai 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun mendatang. Untuk mendukung hal ini, penguatan industri manufaktur energi surya dalam negeri menjadi prioritas utama. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyoroti pentingnya industri lokal dalam mempercepat pengembangan PLTS.
Strategi Penguatan Industri Lokal
Menurut Eniya, kehadiran industri energi surya nasional yang kuat akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Industri lokal menjadi penopang utama dalam percepatan pengembangan PLTS, karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” katanya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).
“Salah satu faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan PLTS adalah membangun ekosistem industri manufaktur dalam negeri yang kompetitif,” ujar Eniya.
Eniya menambahkan bahwa pihaknya sedang meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi perusahaan lokal yang bisa terlibat dalam pembangunan ekosistem energi surya. Tujuannya adalah agar perusahaan domestik aktif dalam fase penerapan berikutnya, termasuk sebagai pengembang, sehingga manfaat proyek dapat berdistribusi lebih merata.
Ekosistem Manufaktur Lokal
Pemerintah saat ini memfokuskan pertumbuhan rantai pasok industri surya secara nasional, mulai dari produksi modul hingga komponen pendukungnya. “Seluruh elemen industri surya harus berkembang di Indonesia agar mampu menopang target pengembangan PLTS,” jelas Eniya.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong keterampilan tenaga kerja. Meski demikian, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih dianggap sebagai penghalang utama. “Dengan memperkuat ekosistem, SDM dan investasi bisa tumbuh secara paralel, menjadikan sektor energi surya lebih berkelanjutan,” imbuhnya.