Solving Problems: Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Presiden Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas Waktu
Di Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengembangan gencatan senjata dengan Iran secara tak terbatas. Keputusan tersebut diambil di dekat akhir masa gencatan senjata sebelumnya, guna menciptakan ruang untuk melanjutkan negosiasi perdamaian antara kedua pihak.
Menurut pernyataan di media sosial, langkah ini dilakukan setelah Pakistan mengajukan permintaan untuk menunda serangan AS terhadap Iran.
‘Saya menyetujui permintaan Pakistan untuk menahan serangan kami terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilannya dapat menyusun proposal terpadu,’ ujarnya, Selasa (21/4/2026), sebagaimana dilansir Reuters.
Gencatan senjata yang sudah berlangsung dua minggu akan diperpanjang sampai Iran menyerahkan proposal resminya dan pembicaraan selesai, ‘dengan cara apa pun juga,’ tambah Trump.
Keputusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam dinamika konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global. Tindakan tersebut juga mencerminkan perubahan sikap Trump, yang sebelumnya sering kali mengancam menyerang infrastruktur sipil Iran, seperti pembangkit listrik.
Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Iran, Israel, atau Pakistan terkait keputusan perpanjangan gencatan senjata ini.
Trump, yang bersama Israel melakukan operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari, menyebut satu alasan utama adalah kondisi internal Iran yang dianggap tidak stabil.
‘Pemerintah Iran sangat terpecah, seperti yang tidak mengejutkan,’ katanya, merujuk pada pembunuhan tokoh-tokoh penting oleh operasi gabungan AS-Israel, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang sekarang digantikan oleh putranya.
Meski gencatan senjata diperpanjang, Trump menegaskan bahwa blokade laut oleh Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran akan terus berlangsung. Langkah ini sebelumnya dikritik oleh para pemimpin Iran sebagai tindakan perang. Blokade menjadi isu utama yang mempersulit perundingan, terutama ketika kedua pihak ragu apakah akan mengirim delegasi untuk putaran kedua di Islamabad.
Keputusan memperpanjang gencatan senjata ini diambil hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan tidak cenderung melanjutkan kesepakatan sementara. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa militer AS ‘siap tempur sepenuhnya.’ Dalam wawancara dengan CNBC, Trump juga menegaskan posisi AS dalam negosiasi sangat kuat dan optimis akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan. Ia menyebut Washington akhirnya akan mendapatkan ‘kesepakatan hebat’ sesuai pandangan pribadinya.