New Policy: Massa Aksi Kaltim Tangkap Diduga Provokator Bawa Flare-Bom Asap
Massa Aksi Kaltim Tangkap Diduga Provokator Bawa Flare dan Bom Asap
Pada Selasa, 21 April, demonstran dari Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa di dua titik berbeda. Aksi dimulai di depan Kantor DPRD Kaltim sebelum massa bergerak menuju Gedung Gubernur Kaltim sekitar pukul 14.00 Wita. Selama berlangsungnya aksi, terduga provokator yang diduga membawa flare dan bom asap berhasil diamankan oleh koordinator lapangan bersama peserta. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang tidak terduga di tengah kegiatan.
Mengutip laporan detikKalimantan, barang-barang mencurigakan seperti flare dan bom asap ditemukan saat peserta aksi mulai mengenali adanya individu yang tidak dikenal. “Ada dua kotak yang masih baru, dan salah satu sudah dinyalakan,” terang Roy Hendrayanto, salah satu peserta aksi. Ia menjelaskan, benda tersebut ditemukan di tengah proses pengawasan yang dilakukan oleh koordinator lapangan. Sebelumnya, para peserta dan koordinator sudah sepakat untuk segera mengamankan siapa pun yang membawa bahan-bahan yang bisa memicu kekacauan.
“Kita sudah sepakat dengan korlap, kalau ada benda mencurigakan langsung kita amankan,” ujar Roy.
Dalam aksi di depan DPRD Kaltim, massa sempat memasang spanduk yang berisi tiga tuntutan utama. Spanduk tersebut dipasang di baliho yang awalnya menampilkan foto pimpinan DPRD serta ucapan Selamat Hari Kartini. Tuntutan yang disampaikan meliputi: audit kebijakan Pemprov Kaltim secara menyeluruh, hentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta dorong DPRD segera menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Barang bukti yang ditemukan kemudian diserahkan kepada aparat keamanan untuk diselidiki lebih lanjut. Langkah ini bertujuan menjaga aksi tetap berjalan aman dan tertib sesuai kesepakatan bersama. Dengan mengamankan terduga provokator, peserta aksi memastikan tidak ada pihak luar yang memperumit situasi. Proses penangkapan dilakukan setelah massa mengidentifikasi adanya ancaman dari dalam barisan.
Aksi rakyat Kaltim 21 April ini turut melibatkan gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Mereka bergerak secara terorganisasi untuk menyampaikan aspirasi, sambil memantau kegiatan dari segi keamanan. Dengan menemukan flare dan bom asap, serta perlengkapan lain yang bisa memicu kekacauan, massa berhasil mencegah eskalasi konflik di lapangan.