Lamakka akhirnya ke Tanah Suci setelah menunggu 16 tahun
Lamakka akhirnya ke Tanah Suci setelah menunggu 16 tahun
Makassar – Petani tua dari Desa Salotoraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Lamakka Lamaulu (73), akhirnya mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 16 tahun. Ia memulai perjalanan ini setelah memperoleh nomor porsi pada 2010, yang akhirnya berbuah undangan untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Setelah mendapatkan nomor porsi pada 2010, akhirnya dapat panggilan ke Tanah Suci,” kata Lamakka, yang ditemani putrinya, saat berangkat dari Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu dini hari.
Emosi mendalam terpancar dari wajah Lamakka, yang didampingi putrinya, saat ia memasuki proses keberangkatan JCH Kloter 1 Embarkasi Makassar. Raut wajahnya yang tenang dan sederhana mencerminkan kebahagiaan setelah sekian lama menunggu. Berbusana seragam biru khas jamaah, Lamakka berdiri di antara 393 orang yang terpilih sebagai tamu Allah SWT. Ia siap menginjak tanah suci dengan pikiran tenang dan hati penuh syukur.
Ibadah haji ini memiliki makna tersendiri bagi Lamakka karena usianya yang telah mencapai 73 tahun. Meski usianya tidak lagi muda, ia masih mampu berjalan dengan stabil tanpa bantuan kursi roda, seperti halnya jamaah lain yang berusia senja. Dalam hidupnya, dua anak perempuan menjadi bagian penting, dan kini, usaha keluarga serta penjualan tiga ekor sapi membantu mewujudkan impian yang ia usahakan selama ini.
Usia belasan tahun yang ia habiskan menunggu tidak mengurangi tekadnya. Semangat Lamakka untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap tak tertandingi. Keberangkatannya menjadi simbol ketekunan dan kesabaran dalam mencapai panggilan suci. Bagi Lamakka, perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menandai penutup dari penantian lama yang penuh doa. Kini, langkahnya mendekati Makkah, membawa harapan untuk meraih haji yang sempurna.