Key Discussion: Hoaks! Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter
Hoaks! Purbaya Sebut Indonesia Berpotensi Krisis Moneter
Sebuah postingan di platform Instagram menyebar berita bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia berisiko mengalami krisis moneter. Narasi tersebut menyebut bahwa pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah habis, dan seluruh anggaran hanya didukung oleh utang. Namun, pihak Kementerian Keuangan menyangkal adanya pernyataan resmi yang menyatakan hal ini.
Dalam penelusuran, tidak ditemukan bukti bahwa Purbaya pernah mengeluarkan pernyataan tentang krisis moneter akibat pendapatan APBN yang tidak ada. Foto dalam postingan tersebut ternyata serupa dengan gambar yang diterbitkan ANTARA saat acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 8 September 2025. Ada pula gambar yang mirip dengan artikel ini, yang membahas defisit APBN hingga Februari 2026.
Defisit APBN adalah kondisi yang lazim dalam pengelolaan keuangan negara. Hal ini tidak berarti pendapatan negara telah hilang atau seluruh pembiayaan bergantung pada utang. Justru, penerimaan pajak pada Triwulan I 2026 mencapai Rp398,4 triliun, naik 20,7 persen dibandingkan triwulan sama tahun 2025.
Purbaya Tegaskan Pemerintah Mengendalikan Defisit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mengendalikan defisit APBN. Ia juga merespons kekhawatiran lembaga pemeringkat Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) terkait rasio utang Indonesia.
“Saya yakinkan ke mereka bahwa itu bisa dikendalikan ke depan, dan belum pada level yang berbahaya sekali,”
ujar Purbaya, menurut laporan ANTARA.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya menyatakan Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter karena pendapatan APBN tidak ada dianggap sebagai informasi tidak benar atau hoaks.