Special Plan: Semen Indonesia dorong inovasi bahan bangunan lewat kolaborasi global

Semen Indonesia Dorong Inovasi Bahan Bangunan Lewat Kolaborasi Global

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat upaya kerja sama internasional untuk mengembangkan inovasi di bidang bahan bangunan dan rantai pasok yang ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menjadi bisnis yang lebih fokus pada kepuasan pelanggan dan memberi nilai tambah.

“Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem luas, di mana industri semen baru menyumbang sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi,” jelas Andriano Hosny Panangian, Wakil Direktur Utama SIG, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dalam pernyataannya, Andriano menyebutkan masih ada potensi sebesar 89 persen untuk pengembangan bahan bangunan lainnya, terutama mengingat permintaan konstruksi yang terus meningkat. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan jaringan distribusi SIG yang luas untuk mengoptimalkan produk turunan.

“Dengan demikian, SIG bergerak menuju bisnis yang lebih berorientasi pada pelanggan dan berbasis nilai tambah melalui inovasi terus-menerus,” tambahnya.

Perusahaan juga fokus pada peningkatan efisiensi energi untuk meningkatkan daya tahan terhadap perubahan dinamika pasar. SIG menerapkan prinsip keberlanjutan, termasuk penggunaan teknologi digital dan memperluas kolaborasi untuk membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Di sisi lain, SIG meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa dan RDF, serta mengembangkan energi terbarukan seperti panel surya dan WHRPG. Perusahaan mencatat peningkatan rasio substitusi termal menjadi 9,77 persen pada 2025 dari 7,56 persen di 2024.

“Kita melakukan langkah ini untuk menghadirkan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon,” kata Andriano.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menyoroti peran strategis industri semen dan mineral nonlogam dalam pembangunan nasional. Pada 2025, sektor ini tumbuh 6,16 persen dengan investasi mencapai Rp25 triliun dan ekspor sebesar 1,79 miliar dolar AS.

Emmy menambahkan, sektor tersebut menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja, sehingga penguatan daya saing industri menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “INTERCEM Asia 2026 adalah platform strategis untuk memperkuat kolaborasi global dan mempercepat inovasi industri,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *