Pemkab: Gempa M6,0 di NTT tak timbulkan kerusakan dan korban jiwa
Pemkab: Gempa M6,0 di NTT Tak Menyebabkan Kerusakan atau Korban Jiwa
Kupang, NTT
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 6,0 yang terjadi Selasa (21/4) lalu tidak mengakibatkan kerusakan pada bangunan atau rumah di wilayah setempat. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menjelaskan bahwa guncangan dari gempa tersebut dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa.
Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di lautan, sejauh 67 kilometer arah barat laut TTU dengan kedalaman 31 kilometer. BMKG menyebutkan bahwa gempa ini terasa di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan intensitas yang berbeda-beda.
Menurut BMKG, getaran gempa paling kuat dirasakan di Atambua dengan intensitas III-IV pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Di Maumere, intensitasnya III MMI, sementara di Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, dan Ende, intensitas getaran berkisar antara II-III MMI.
“Banyak warga yang berhamburan keluar, tetapi tidak ada sama sekali korban jiwa atau kerusakan,” ujar Bupati Falentinus.
“Tidak ada laporan atau informasi kerusakan akibat gempa kemarin,” tambah Sekda Kabupaten Malaka, Ferdy Muti, saat dihubungi terpisah dari Kupang.
Skala MMI II menggambarkan getaran yang hanya dirasakan oleh sebagian orang, sedangkan MMI III menunjukkan guncangan yang terasa jelas dalam rumah, seperti truk melintas. MMI IV berarti getaran terasa oleh banyak orang di dalam dan luar rumah, serta benda-benda berderit atau pecah.