Key Strategy: Gula kelapa organik produksi UMKM tembus pasar Ghana

Gula Kelapa Organik Produksi UMKM Tembus Pasar Ghana

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Swiss Import Promotion Programme (Sippo) hari ini meluncurkan ekspor 24 ton gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural. Produk ini berasal dari usaha menengah lokal dan dikirim ke Ghana, dengan nilai total mencapai 63.400 dolar AS atau sekitar Rp1,1 miliar. Acara pelepasan ekspor berlangsung di Semarang pada Selasa (21/4).

Produk UMKM Menunjukkan Kualitas Global

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa ekspor ini adalah hasil nyata dari Selling Mission Eropa 2025. Menurutnya, gula kelapa organik yang dikirim bukan hanya menegaskan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga membuktikan kemampuan usaha menengah Indonesia memenuhi standar kualitas internasional, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan.

“Produk gula kelapa organik ini tidak hanya mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan,” ujarnya.

Sippo Jadi Fasilitator Utama

Dalam proses ini, Sippo Indonesia berperan sebagai fasilitator utama. Mereka memastikan produk UMKM sesuai standar internasional melalui kurasi, pendampingan, serta pertemuan bisnis dengan pembeli global. Program ini juga membantu Kementerian UMKM dalam memperluas akses ke pasar nontradisional, termasuk Afrika, dengan menyediakan data pasar dan jaringan importir relevan.

Capaian Berdampak Luas

Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah, Harun, menambahkan bahwa keberhasilan ekspor ini menjadi bukti nyata efektivitas bantuan pemerintah dalam mendorong UMKM tumbuh dan menembus pasar internasional. Ia menyebut sinergi dengan Sippo dan mitra lain akan terus diperkuat untuk membuka peluang ekspor lebih luas dan memperluas jaringan pasar bagi pengusaha lokal.

“Sinergi dengan Sippo dan mitra internasional lainnya akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi pengusaha UMKM Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Export Promotion Manager Sippo Indonesia, Andina Auria Dwi Putri, mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian UMKM. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini konsisten menjembatani akses importir Swiss kepada pemasok berkualitas tinggi sesuai permintaan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *