New Policy: Kementrans siapkan hilirisasi ubi guna tingkatkan kualitas ekspor
Kementrans siapkan hilirisasi ubi guna tingkatkan kualitas ekspor
Pada kunjungan ke Sumedang, Rabu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan rencana pengembangan komoditas ubi jalar melalui proses hilirisasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas produk untuk ekspor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dijelaskan, saat ini hanya sekitar 15 persen dari total produksi ubi jalar yang memenuhi standar ekspor. Padahal, pasar ekspor seperti Korea Selatan dan Jepang sudah tersedia, dengan potensi yang masih luas. “Kualitas ekspor hanya sekitar 15 persen saja dari produksi yang bisa dikirim ke luar negeri,” tuturnya.
“Saat ini, kita hanya 15 persen yang diolah, Yang diekspor adalah dalam bentuk mentah. Nanti kita tingkatkan menjadi sementara 50 persen lainnya diolah,” katanya.
Menurut Iftitah, hilirisasi ini akan memperluas volume ekspor nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan kualitas melalui dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa program ini juga terkait dengan penguatan kawasan transmigrasi sebagai sentra ekonomi produktif.
Lahan transmigrasi yang luas tidak hanya digunakan untuk budidaya pertanian, tetapi juga untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen. Selain itu, akses pasar akan diperluas hingga ekspor. “Biasanya petani hanya menanam, tapi tidak tahu hasilnya akan dijual ke mana,” ujarnya.
Pengembangan ubi jalar dalam skala besar menurutnya memiliki potensi produktivitas hingga 15 ton per hektare. Dengan total lahan mencapai 1.000 hektare, keuntungan ekonomi bisa lebih optimal. “Dalam 1.000 hektare lahan, tadi disampaikan per hektare bisa menghasilkan 15 ton ubi jalar,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa hilirisasi ubi jalar akan dilakukan secara terintegrasi. Proses ini melibatkan pemanfaatan lahan, tenaga kerja, dukungan teknologi, investasi, serta kepastian pasar. “Jika langkah ini dikombinasikan, insyaallah hasilnya akan maksimal,” tutupnya.