Key Discussion: Wapres evaluasi Kampung Nelayan Raja Ampat yang segera beroperasi

Kampung Nelayan di Raja Ampat Dikaji Wakil Presiden Sebelum Operasional

Raja Ampat, Papua Barat Daya (ANTARA) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan evaluasi terhadap proyek Kampung Nelayan di Kabupaten Raja Ampat, yang akan dimulai operasionalnya bulan Mei. Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih, Rabu, Gibran mengakui bahwa masih ada banyak aspek yang perlu diperbaiki dan didukung. Namun, ia menilai inisiatif ini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kampung Nelayan ini akan beroperasi Mei nanti. Saya tahu, Bapak Ibu, masih banyak kekurangan, banyak yang harus dievaluasi. Bantuan juga masih perlu ditambahkan. Tapi ini sudah lebih baik dari sebelumnya,” ujar Gibran.

Dalam pertemuan dengan para nelayan, Gibran menyebut beberapa fasilitas yang sudah dibangun menjadi fondasi penting. Fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dan infrastruktur pendukung lainnya dinilai mampu menjaga kualitas hasil tangkapan ikan. Namun, ia menambahkan bahwa masih ada sarana yang harus ditambah untuk mengembangkan industri perikanan secara lengkap.

Kampung Nelayan Sebagai Proyek Percontohan

Gibran menekankan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan sebagai contoh yang bisa diterapkan di daerah lain. Ia menjelaskan, proyek ini akan diuji coba terlebih dahulu di Raja Ampat, lalu diperluas jika menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Kita ingin piloting dulu di satu lokasi. Jika berjalan baik, nanti akan diakselerasi dan direplikasi ke tempat-tempat lain,” kata Gibran.

Menurut Wapres, koperasi perlu menyusun anggaran dan perhitungan biaya secara rinci untuk memastikan kebutuhan modal nelayan terpenuhi. Ia meminta kepala koperasi menggandeng anggota untuk menentukan kebutuhan dan kekurangan secara detail.

“Dihitung detail kebutuhan anggota koperasinya seperti apa, nanti kita bantu. Tapi jangan pakai estimasi. Enggak boleh kira-kira, harus dihitung. Bapak nanti rapat dengan teman-teman anggota koperasi, kebutuhannya apa, kekurangannya apa,” pesannya.

Gibran juga mendorong peningkatan fasilitas pendukung pascaoperasional, termasuk penggunaan energi surya dan pengembangan industri pengolahan ikan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya perbaikan pasar lokal untuk memastikan akses yang lebih efektif dan representatif.

“Saya lihat pasar yang di belakang ibu-ibu ada yang berjualan di sana juga. Nanti mungkin ke depannya perlu dibantu, biar lebih proper,” tuturnya.

Pemerintah akan terus mengawasi program Kampung Nelayan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *