Kampanye “Lelaki Bercerita” tandai pekan pembuka Liga Universitas 2026
Kampanye “Lelaki Bercerita” Meriahkan Minggu Pembuka Liga Universitas 2026
Jakarta – Pekan pertama Liga Universitas 2026 Regional Jakarta berlangsung di dua venue, yaitu Stadion Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Stadion Universitas Indonesia (UI), yang selesai pada Jumat-Minggu. Gerakan “Lelaki Bercerita” hadir sebagai bagian dari kampanye user generated content (UGC) yang mendorong pria, khususnya mahasiswa dan pemain bola, untuk berbagi metode ekspresi emosi mereka secara terbuka, menggali dukungan, dan meraih solusi tanpa rasa takut.
Dikutip dari pernyataan resmi Liga Universitas 2026, Rabu, kampanye ini muncul dari keyakinan bahwa lapangan sepak bola bukan hanya tempat pertandingan, melainkan ruang pembangunan kepercayaan, pengujian solidaritas, serta keberanian yang lebih dari sekadar teknik, tetapi juga keterbukaan terhadap diri sendiri.
Dalam pekan pembuka, tiga pertandingan berlangsung, dengan dua di antaranya mencetak banyak gol. UMJ mengalahkan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan skor 8-0 di Stadion UMJ, Sabtu. Di hari berikutnya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menumbangkan UI dengan tujuh gol tanpa balasan di Stadion UI, Senin. Satu pertandingan lain berakhir dengan kemenangan tipis 1-0, yaitu Universitas Kristen Indonesia (UKI) atas Universitas Pakuan Bogor, di Stadion UMJ, Minggu.
Hasil sementara menjadikan UMJ sebagai pemimpin klasemen dengan tiga poin, diikuti UNJ di peringkat kedua, dan UKI di posisi ketiga. Pada tahun sebelumnya, Liga Universitas 2025 digelar di dua wilayah, Jakarta dan Bandung, sebagai upaya menjangkau lebih luas peserta serta menemukan talenta berbakat dari berbagai universitas.
Di Regional Jakarta, delapan tim turut serta, dengan pertandingan diadakan di Stadion UGM dan UI. Sementara di Regional Bandung, tujuh tim berlaga, yang berlangsung di Stadion Institut Teknologi Bandung, Jatinangor serta Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dengan format kompetitif yang didukung berbagai pihak, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berpotensi, tetapi juga membentuk karakter pemain muda yang menghargai sportivitas, disiplin, dan persatuan.