3.195 calon haji Kabupaten Bekasi berangkat bertahap
3.195 Calon Haji Kabupaten Bekasi Berangkat Bertahap
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan mengirimkan 3.195 peserta haji ke Tanah Suci dalam beberapa tahap. Jadwal keberangkatan dilakukan secara bertahap melalui delapan kelompok terbang (kloter), dimulai dari Kamis (23 April) hingga pertengahan Mei 2026.
Persiapan Sesuai Kuota dan Kesiapan Peserta
Di Cikarang, Rabu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menyatakan bahwa pembagian kloter telah disesuaikan dengan kuota serta kesiapan para jamaah. Total ada delapan kloter, terdiri dari tujuh kloter penuh dan satu yang menggabungkan beberapa grup.
Mulyono menjelaskan bahwa setiap kloter ditemani lima petugas haji yang memiliki peran spesifik untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar saat di Tanah Suci. Kompetensi petugas mencakup aspek teknis, pemahaman tentang ibadah, serta penanganan kesehatan.
Struktur Petugas Pendamping
Kloter dilengkapi dengan satu ketua, satu pembimbing, dan tiga tenaga medis. Pembimbing berasal dari tim nasional, sedangkan tiga petugas kesehatan terdiri dari satu dokter dan dua perawat. Satu orang tambahan merupakan ketua kloter sekaligus pemandu lokal.
Persiapan manasik haji telah dilakukan tujuh kali, enam sesi di tingkat kecamatan dan satu di tingkat kabupaten. Proses ini dianggap penting sebagai bekal utama bagi para jamaah.
Pemenuhan Rukun Ibadah
Dalam penyelenggaraan haji, fokus utamanya adalah membentuk jamaah yang mandiri dalam melaksanakan rukun ibadah. Menurut Mulyono, kemandirian ini diharapkan dapat memastikan ibadah berjalan tanpa hambatan dan penuh khusyuk.
“Dengan kemandirian ini, kami yakin ibadah akan lancar dan bermakna,” ujarnya. Hilman juga berharap peserta mampu menjalani rukun haji secara optimal serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Untuk mendukung kondisi fisik peserta, ia mengimbau agar mereka menjaga stamina tubuh. Rangkaian ibadah haji membutuhkan tenaga ekstra, sehingga kesiapan kesehatan menjadi prioritas.