Key Strategy: Kemenhut dorong lima program utama terkait ekosistem hutan
Kemenhut Dorong Lima Program Utama Terkait Ekosistem Hutan
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menggelar kegiatan sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 21-22 April 2026. Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso, mengatakan bahwa program ini bertujuan memperkuat upaya menjaga ekosistem hutan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Papua Pegunungan yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
Komitmen Nasional untuk Net Sink Emisi Karbon
Johny Santoso menjelaskan bahwa Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 adalah komitmen nasional yang bertujuan menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap emisi karbon bersih pada tahun 2030. “Program ini memiliki lima prioritas inti, termasuk pengelolaan hutan yang berkelanjutan, peningkatan cadangan karbon, perlindungan keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem gambut, serta penguatan kapasitas kelembagaan dalam penegakan hukum,” ujarnya.
“Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 memiliki lima program prioritas di antaranya pengolahan hutan lestari, peningkatan cadangan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem gambut dan penegakan hukum serta penguatan kapasitas kelembagaan,” katanya.
Peran Strategis Papua Pegunungan
Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan di Papua Pegunungan tentang pentingnya kontribusi daerah dalam mendukung target nasional penurunan emisi rumah kaca. Menurut Santoso, acara ini bertindak sebagai platform untuk mengkoordinasikan antara pemerintah pusat, daerah, serta komunitas lokal dalam merancang dan menerapkan strategi kehutanan.
“Kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 diselenggarakan di Papua Pegunungan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pemangku kepentingan, khususnya dalam proses perencanaan dan implementasi,” ujarnya.
Langkah untuk Sinergi dan Kolaborasi
Santoso menegaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah memastikan pemahaman yang sama tentang kebijakan Sub Nasional dan peran masing-masing pihak dalam mencapai tujuan Indonesia’s Fulo Net Sink 2030. “Intinya, kegiatan ini digelar untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, serta pihak lainnya,” katanya.
“Intinya kegiatan ini digelar untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, serta pemangku kepentingan lainnya di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Narasumber dalam kegiatan tersebut melibatkan perwakilan pejabat tinggi madya dan pratama dari Kemenhut RI. Santoso menyampaikan bahwa sasaran utama dari sosialisasi ini adalah memastikan pemangku kepentingan di Papua Pegunungan memahami visi Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 dan mengumpulkan data serta informasi awal yang diperlukan untuk program penurunan emisi karbon sektor kehutanan di daerah tersebut.