Key Discussion: Wakil Ketua Komisi XIII pemerintah perhatikan daerah kepulauan di Sulut
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Perhatikan Daerah Kepulauan Sulut
Manado – Dewi Asmara, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk meningkatkan fokus pada wilayah kepulauan Sulawesi Utara. Dalam kunjungan kerjanya ke Manado, Selasa, dia menyebutkan bahwa daerah ini berupa pulau-pulau yang dominan dan sebagian termasuk dalam kategori 3T serta daerah rentan bencana.
“Wilayah ini secara geografis didominasi oleh kepulauan, sehingga memerlukan perhatian khusus dari pusat, khususnya terkait insentif dan infrastruktur,” ujarnya.
Dewi Asmara menggambarkan tantangan transportasi sebagai contoh utama, termasuk keterbatasan alat angkut seperti perahu yang masih menjadi hambatan dalam menyediakan layanan bagi masyarakat. Jarak tempuh antar pulau bisa mencapai puluhan jam hingga beberapa hari.
“Ada warga yang harus menempuh perjalanan selama 15 jam atau bahkan tiga hari tiga malam untuk mendapatkan akses ke layanan,” tambahnya.
Kondisi geografis juga berdampak pada kebutuhan penguatan pengawasan, terutama di daerah perbatasan yang dekat dengan negara-negara seperti Filipina dan Malaysia. Menurut Dewi, peningkatan pengawasan penting untuk menghindari risiko tindak pidana, termasuk perdagangan orang.
Di samping itu, Dewi juga menyoroti isu status kewarganegaraan anak dari pasangan Indonesia-Filipina yang perlu diperhatikan oleh lembaga pemerintah. “Masalah ini harus dikelola secara lebih intens oleh Kementerian Hukum dan Kementerian Imigrasi,” katanya.
Sebagai bagian dari tugas kunjungan kerja reses, Komisi XIII DPR RI juga memfokuskan pembahasan pengawasan penggunaan visa guna mencegah penyalahgunaan izin, seperti praktik investasi ilegal.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi XIII berdiskusi dengan tiga instansi di Sulawesi Utara, yaitu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Hukum, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi.