Facing Challenges: Video: Pengusaha Soal Ketahanan Energi RI Saat Harga Minyak Melonjak

Video: Pengusaha Soal Ketahanan Energi RI Saat Harga Minyak Melonjak

Jakarta, Lonjakan harga minyak mentah global akibat ketegangan perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel saat ini memengaruhi berbagai komoditas. Harga batu bara, nikel, serta CPO tercatat naik, yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Sebagai negara produsen komoditas, Indonesia sebenarnya mendapat keuntungan dari peningkatan harga. Namun, situasi ini juga meningkatkan beban subsidi BBM dan LPG.

Ketahanan Energi Jadi Fokus Pemimpin Aspebindo

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral & Batu Bara (Aspebindo), Anggawira, mengatakan dunia usaha energi mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga kestabilan pasokan energi. Dalam situasi kenaikan harga global dan gangguan rantai pasok, langkah pemerintah dinilai penting untuk menjaga daya tahan sektor energi Indonesia.

“Pemerintah perlu terus mengambil langkah strategis agar ketahanan energi tetap terjaga, terutama saat pasar global sedang tidak stabil,” ujar Anggawira.

Aspebindo menyarankan momen ini sebagai peluang untuk mengevaluasi kebijakan energi nasional. Saat ini, pasar ritel dan kebutuhan rumah tangga masih bergantung pada LPG, sehingga perlu adanya upaya mendorong penggunaan LNG sebagai alternatif. Hal ini bisa membantu mengurangi ketergantungan pada subsidi serta menstabilkan harga energi di masyarakat.

Bagaimana pandangan pelaku usaha energi mengenai tantangan dan prospek sektor ini selama perang berlangsung? Simak dialog Serliana Salsabila dengan Anggawira, Ketua Umum Aspebindo, dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 22/04/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *