Solving Problems: BNPB ingatkan pengembang huntara Aceh Tamiang harus selesai lima hari
BNPB Ingatkan Pengembang Huntara Aceh Tamiang Harus Selesai Lima Hari
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menegaskan bahwa pengembang perlu menyelesaikan pembangunan rumah hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh Tamiang dalam waktu lima hari. Pernyataan ini diberikan saat ia menerima keterangan di Jakarta, Kamis, mengenai kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak.
Penyintas di Desa Sukajadi Mengungsi di Tempat Tidak Layak
Rumah hunian sementara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menjadi prioritas untuk segera selesai. Menurut BNPB, warga di desa tersebut tidak memiliki rumah pribadi dan mengandalkan sewa, namun tempat tinggal mereka rusak parah akibat banjir akhir tahun lalu. Sejak peristiwa itu, masyarakat terpaksa mengungsi ke gubuk-gubuk yang kurang memadai.
“Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana. Dana tunggu hunian pun tidak dapat, karena mereka sewa dan tidak punya rumah. Sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka,” ujar Suharyanto, yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
BNPB Belum Umumkan Jumlah Rumah yang Sedang Dibangun
BNPB belum merilis secara detail jumlah rumah hunian sementara yang sedang dikembangkan dan kebutuhan masyarakat di Desa Sukajadi. Namun, berdasarkan data Satgas PRR, pihaknya telah memenuhi usulan penambahan 97 unit hunian dari Bupati Aceh Tamiang. Selain itu, Satgas PRR juga memberikan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan.
Distribusi bantuan fokus pada empat kecamatan dengan dampak signifikan, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Kecamatan Rantau menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbesar, diikuti Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Total unit rumah yang diperbaiki mencakup 2.336 rumah rusak ringan, 1.722 rumah rusak sedang, serta 1.889 rumah rusak berat, dengan sebagian besar berada di kategori kerusakan ringan.