New Policy: BI Tahan Suku Bunga-Defisit APBN Terjaga, Airlangga: Sinyal Positif

BI Tetapkan BI Rate 4,75% – Defisit APBN Terjaga, Airlangga Apresiasi

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada tingkat 4,75% di bulan April 2026. Langkah ini dilakukan setelah berlangsung selama tujuh bulan berturut-turut untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah Indonesia menyambut baik keputusan tersebut, menilainya sebagai upaya yang tepat dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Kebijakan Moneter Dukung Kondisi Pasar

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, BI mempertahankan suku bunga ini memberi indikasi positif bagi pasar keuangan. Kondisi tersebut terutama penting mengingat ketidakpastian internasional yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. “Penjagaan BI Rate menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas kurs,” jelas Airlangga dalam konferensi pers penjelasan investasi kuartal I-2026.

“BI mempertahankan BI Rate ini sinyal positif,” kata Airlangga dalam pernyataannya.

Defisit APBN Dianggap Terkendali

Airlangga menambahkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di angka 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menekankan bahwa disiplin fiskal pemerintah tetap terjaga meski menghadapi tekanan inflasi global, terutama pada harga energi. “Defisit APBN terjaga di 0,93% dari PDB, jadi disiplin fiskal dijaga di tengah ekspansi yang terukur,” tuturnya.

Ketahanan Energi Dapat Dibuktikan

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menyebutkan bahwa lembaga keuangan asing seperti JPMorgan mengakui kekuatan ekonomi Indonesia. Menurut dia, perusahaan tersebut menilai negara ini memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan energi, meski jalur utama pengiriman seperti Selat Hormuz terganggu akibat perang antara Iran, AS, dan Israel. “JPMorgan menyebut Indonesia sebagai negara kedua setelah Afrika Selatan yang tahan terhadap goncangan energi,” pungkas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *