Key Strategy: Seskab: Presiden ingin pastikan jamaah haji didukung kesiapan layanan
Seskab: Presiden Ingin Pastikan Jamaah Haji Terus Dibantu Persiapan Layanan
Jakarta – Seskab Presiden, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memastikan seluruh jamaah calon haji yang akan pergi ke Tanah Suci tetap didukung kesiapan layanan mulai dari Tanah Air hingga tiba di Arab Saudi. Menurut Teddy, pihaknya memastikan fasilitas dan perlindungan yang memadai disiapkan agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, serta khusyuk.
“Presiden Prabowo ingin memastikan seluruh jamaah calon haji yang akan berangkat didukung kesiapan layanannya sejak di tanah air hingga di Arab Saudi. Dengan berbagai fasilitas dan perlindungan yang disiapkan, jamaah calon haji diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya dalam unggahan media sosial resmi, Kamis.
Pelepasan 391 jamaah haji dari kloter pertama Embarkasi Banten ke Tanah Suci pada Rabu (22/4) menandai dimulainya operasional haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M. Peristiwa ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco sebagai perwakilan legislatif dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebagai perwakilan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy menyoroti langkah-langkah pemerintah untuk memudahkan jamaah haji. Ia menyebutkan bahwa biaya haji telah dikurangi dan antrean untuk naik haji diatur lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. “Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta meraih haji yang mabrur,” tambahnya.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan bahwa jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang telah tiba di Madinah, Arab Saudi, mencapai hampir 6.000 orang setelah pembukaan misi haji 1447 Hijriah pada 22 April 2026. Data menunjukkan sebanyak 5.997 jamaah tergabung dalam 15 kloter, tiba secara bertahap hingga Rabu (22/4) pukul 22.55 waktu setempat.
Jamaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. Kehadiran mereka di Madinah menjadi tanda bahwa proses pemantauan dan persiapan telah berjalan lancar sejak awal.