New Policy: Pemerintah targetkan bedah 15.000 RTLH di perbatasan rampung September
Pemerintah Tetapkan Target Renovasi 15.000 RTLH di Wilayah Perbatasan Rampung September 2026
Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) menyatakan pemerintah menargetkan selesai memperbaiki 15.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di area perbatasan pada akhir September tahun ini. Proyek ini akan dimulai setelah data target dari Badan Pusat Statistik (BPS) diselesaikan dan diverifikasi. “Kalau verifikasi dilakukan dalam seminggu, maka awal Mei kita sudah bisa memulai pekerjaan. Paling lambat September 2026, program ini harus selesai,” kata Ara dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jakarta, Kamis.
Program Meningkatkan Kehadiran Negara dan Kualitas Hidup Masyarakat
Dijelaskan Ara, program ini melibatkan 17 provinsi dan 40 kabupaten/kota di kawasan perbatasan Indonesia. Tujuan utamanya adalah memperkuat kehadiran negara di daerah tersebut serta meningkatkan standar kehidupan warga. “Program ini diutamakan untuk memastikan bahwa masyarakat di perbatasan bisa merasakan manfaatnya segera,” ujarnya.
Implementasi Melalui BSPS dalam Rangka Target Nasional 400.000 Rumah
Renovasi RTLH dilaksanakan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai bagian dari target nasional merenovasi 400.000 rumah. “Ini salah satu dari 15.000 unit yang masuk dalam angka 400.000 tersebut,” tambahnya. Menurut Ara, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program BSPS berkisar 4 hingga 5 bulan setelah pendataan dan verifikasi selesai.
Alokasi Target Dinaikkan untuk Perluasan Perbaikan Hunian
Awalnya, alokasi program hanya 10.000 unit, namun kemudian ditingkatkan menjadi 15.000 untuk memperluas kualitas hunian. “Kita tidak mau tanggung-tanggung, jadi saya tambah jangan cuma 10.000, 15.000. Rumah-rumah ini berada di depan, sebab halaman depan kita berbatasan dengan halaman depan tetangga kita,” tuturnya.
Percepatan Penting untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Wilayah
Pemerintah menilai bahwa percepatan dalam pelaksanaan program ini sangat vital untuk menjamin keberhasilan. “Dengan percepatan, masyarakat di wilayah perbatasan bisa langsung merasakan manfaatnya,” jelas Ara. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas hunian tidak hanya membantu kehidupan warga, tetapi juga mendukung stabilitas wilayah negara.
“Kita tidak mau tanggung-tanggung, jadi saya tambah jangan cuma 10.000, 15.000. Rumah-rumah ini berada di depan, sebab halaman depan kita berbatasan dengan halaman depan tetangga kita,”
— Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara)