Key Discussion: Setelah Mixue, China Bakal Banjiri Dunia dengan Whiskey

Ekspansi China di Pasar Minuman Global

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, produk-produk berasal dari Tiongkok mulai menyebar ke berbagai belahan dunia melalui gelas plastik, es krim cone, serta minuman segar yang terjangkau. Namun, negara ini juga terus menghadapi tekanan dari merek minuman keras impor. Mixue, salah satu merek yang cukup dikenal, menjadi contoh nyata dari fenomena tersebut. Jaringan ini telah membuka lebih dari 50.000 toko di seluruh dunia, jumlah yang melebihi banyak merek franchise makanan cepat saji. Logo Snow King muncul di kota-kota besar hingga daerah terpencil Asia Tenggara dengan cepat.

Pada akhirnya, fase pertama ekspansi murah tampaknya selesai. Laporan VnExpress menunjukkan jumlah toko Mixue di luar negeri berkurang 428 unit dalam setahun terakhir, dengan penutupan utama terjadi di Vietnam dan Indonesia. Hal ini umum terjadi ketika jaringan toko sudah terlalu padat dalam satu wilayah. Ketika pertumbuhan tempat usaha melebihi kebutuhan pasar, penjualan per toko menurun, margin keuntungan menyempit, dan lokasi dengan daya beli rendah mulai ditinggalkan. Artinya, pasar minuman Tiongkok sedang memasuki fase penyaringan.

Perusahaan tetap mengejar peluang baru, seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan. Di Malaysia dan Thailand, ekspansi dilakukan melalui merek Lucky Cup. Strategi mereka kini berubah: jumlah toko berkurang, lokasi lebih strategis, ukuran outlet membesar, dan arus pelanggan lebih kuat. Model bisnis yang sebelumnya menaklukkan pasar global dengan harga rendah, kini bergeser ke efisiensi, desain toko, pengelolaan logistik, dan segmentasi merek. Dengan kata lain, perang harga mulai berubah menjadi perang kualitas eksekusi.

Boom Whisky Tiongkok: Dari Impor ke Produksi

Sementara itu, sektor alkohol premium menunjukkan dinamika berbeda. The Economist melaporkan Tiongkok sedang mengalami booming whisky. Lebih dari 50 pabrik telah dibangun, dengan proyek baru terus berjalan. Produsen global seperti Diageo dan Pernod Ricard ikut masuk ke pasar ini. Di Yunnan, Diageo menggelontorkan dana US$120 juta untuk membangun fasilitas YunTuo Distillery di Eryuan, yang siap menghasilkan whisky single malt asli Tiongkok.

“Kelompok kaya di Tiongkok memang lebih berhati-hati dalam pengeluaran, tetapi tetap bersedia membayar mahal untuk spirit premium,” kata Edison Chiao dari Diageo.

Konsumsi alkohol nasional justru lesu. Bisnis bir mengalami penurunan, sementara konsumsi minuman anggur memudar sejak mencapai puncak pada 2017. Penjualan baijiu, minuman keras tradisional dominan, turun sekitar 15% tahun lalu. Generasi muda minum lebih sedikit, dan belanja rumah tangga melambat. Namun, whisky menemukan pasar yang berbeda: konsumen mapan dengan daya beli tinggi.

Impor whisky Tiongkok mencapai rekor 36 juta liter tahun lalu, lebih dari dua kali lipat dibanding sepuluh tahun sebelumnya. Di sisi lain, produsen lokal menjual whisky senilai US$585 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun ke luar negeri, naik dari hanya US$5 juta sepuluh tahun silam. Jadi, Tiongkok kini membeli whisky internasional, memproduksi sendiri, lalu mengekspornya kembali.

Kedewasaan Industri: Dari Volume ke Kualitas

Pemerintah Tiongkok ikut menandai fase baru ini. Februari lalu, negara menerbitkan standar nasional pertama untuk single malt, mengacu pada aturan Skotlandia. Produk dengan label tersebut harus disuling menggunakan copper pot still dan disimpan minimal tiga tahun dalam tong berkapasitas maksimal 700 liter. Standar ini memberi legitimasi global bahwa whisky buatan Tiongkok ingin diakui dengan kriteria internasional.

Dari bubble tea hingga single malt, arah industri Tiongkok mulai terbaca. Produk murah digunakan untuk membuka akses, membentuk kebiasaan, serta merebut volume. Setelah pasar terbentuk, perusahaan bergerak ke premiumisasi. Pola ini sebelumnya digunakan oleh manufaktur elektronik, otomotif, hingga mode. Kini giliran sektor minuman. Penutupan ratusan toko Mixue tidak otomatis berarti kekalahan. Bisa jadi itu tanda kedewasaan model bisnis: memilah mana toko yang ramai, mana merek yang benar-benar menghasilkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *