Visit Agenda: Polda Gorontalo gagalkan penyelundupan 1,9 ton sianida asal Filipina

Polda Gorontalo gagalkan penyelundupan 1,9 ton sianida dari Filipina

Kabupaten Gorontalo Utara menjadi lokasi penangkapan 39 karung bahan kimia berbahaya berupa sianida, total berat 1,9 ton. Bahan tersebut diselundupkan dari Filipina melalui perairan laut Sulawesi. Direktur Polairud Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Devy Firmansyah, mengungkapkan penemuan bermula dari laporan warga tentang kapal tipe fiber panboat bernama SAR.01.1824 yang terdampar di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, pada 13 April.

“Kapal ditemukan dalam kondisi kandas karena kerusakan mesin. Saat diperiksa, terungkap bermuatan ratusan karung yang disembunyikan dengan label pupuk organik. Namun, isinya diduga kuat sianida,” jelas Devy.

Untuk memastikan jenis bahan, petugas mengirim sampel ke Laboratorium Forensik Polda Sulawesi Utara pada 15 April. Hasil pengujian menunjukkan butiran putih yang positif mengandung senyawa sianida (CN). Barang bukti yang diamankan mencakup kapal dan 39 karung dengan bobot masing-masing 50 Kilogram. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri pelaku.

Modus operandi para pelaku terungkap saat mereka menyamarkan sianida dalam karung pupuk untuk mengelabui petugas. Sebelum kedatangan penyidik, LP alias Ko Lexi sempat datang ke lokasi kapal terdampar dan mengangkut sebagian barang menggunakan mobil bak terbuka. Saat ini, tim penyidik berkoordinasi dengan Direktorat Intelkam, Reskrimum, Reskrimsus, serta instansi Bea dan Cukai dan Imigrasi untuk mengejar LP, juru mudi, dan tiga awak kapal yang kabur.

Kasus ini diatur dalam beberapa pasal, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Selain itu, pelaku juga terkena sanksi terkait pengangkutan barang berbahaya tanpa izin, pelanggaran kepabeanan, dan manipulasi label kemasan. Penyidikan dilanjutkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *