What Happened During: Menko AHY ajak Belanda tingkatkan kerja sama di sektor pengelolaan air
Menko AHY ajak Belanda tingkatkan kerja sama di sektor pengelolaan air
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengundang Belanda untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pengelolaan air. Ia menegaskan kesediaan Indonesia memperkuat hubungan bilateral dalam sektor tersebut. “Indonesia terbuka terhadap investasi, inovasi, dan pertukaran ilmu pengetahuan dengan Belanda, khususnya di sektor air yang berfokus pada penelitian dan pengembangan solusi canggih,” kata AHY saat merayakan Hari Raja Belanda di Kedutaan Besar Belanda, Kamis.
Kolaborasi Bertahun-Tahun
AHY menyoroti bahwa Belanda adalah salah satu negara paling inovatif dalam pengelolaan air dan pembangunan infrastruktur terkait, seperti bendungan, saluran air, serta sistem manajemen perairan. Ia menambahkan bahwa kerja sama bilateral telah berlangsung selama 25 tahun dan telah menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. “Kita telah melalui satu abad setengah untuk berbagi keahlian, menjalankan proyek bersama, dan membangun kepercayaan di wilayah sungai, pesisir, serta komunitas,” ujarnya.
Inisiatif Bersama yang Berhasil
“Berbagai inisiatif yang telah terwujud, seperti pemulihan pesisir dan restorasi mangrove di Demak serta wilayah utara Jawa, memberikan solusi efektif menghadapi masalah penurunan tanah, banjir, dan krisis air,” imbuh Menko IPK.
Kerja sama juga mencakup restorasi daerah aliran sungai di Jawa Timur, pemulihan pertanian di dataran rendah Kalimantan Tengah, serta proyek pengurangan polusi plastik di laut melalui inisiatif Ocean Cleanup. AHY berharap kerja sama ini terus berkembang dan mendorong pengembangan kolaborasi di bidang lainnya.
Perjanjian Hibah dan Inisiatif Lingkungan
Dalam kesempatan serupa, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, mengumumkan bahwa perjanjian hibah bilateral telah ditandatangani pekan lalu. Dokumen ini bertujuan mendanai proyek uji coba perlindungan kawasan pesisir di Demak dan Cirebon. Kedubes Belanda juga meluncurkan inisiatif “batik hijau,” yang melibatkan ahli air asal Belanda, untuk mendorong industri tekstil di Pekalongan menjadi lebih ramah lingkungan.