Latest Update: Lee Chae Min gugup saat berperan di Bon Appetit Your Majesty

Lee Chae Min gugup saat berperan di Bon Appetit Your Majesty

Jakarta – Aktor Lee Chae Min mengungkapkan rasa cemas saat memerankan sosok raja Lee Heon yang dianggap sebagai seorang tirani dalam serial drama “Bon Appetit, Your Majesty.” “Bon Appetit, Your Majesty adalah proyek yang membuat saya tergugah untuk mengambil langkah pertama, meskipun saat itu saya merasa sangat gugup. Meskipun senang dan bersyukur, pertanyaan utama yang terus-menerus muncul di benak saya adalah apakah saya benar-benar bisa melakukannya?” kata Chae Min dalam wawancara bersama BAZAAR Korea yang dilansir dari Soompi pada Kamis (23/4) waktu setempat.

Karakter Tirani dan Kecemasan

Pemeran yang menggambarkan sifat “tirani” dalam karakter Lee Heon membuatnya merasa waspada. Hal ini terjadi karena perbedaan antara sifatnya yang sebenarnya dengan peran yang dihadapinya. Menurutnya, dirinya bukan tipe orang yang biasa mengekspresikan kemarahan secara terbuka atau membanggakan suara. “Akibatnya, saya merasa ragu apakah mampu menghadapi peran tiran dengan intensitas tinggi. Awalnya, saya menganggap akting sebagai tugas yang harus dikerjakan, namun bantuan dari tim dan sutradara membantu saya menyelesaikannya,” tambahnya.

Tantangan dalam Memilih Peran

Lee Chae Min menjelaskan ada dua jenis peran yang saat ini menarik untuk dikerjakan. Pertama, proyek yang terasa sangat relevan dengan dirinya atau dianggap menyenangkan, dan kedua, proyek yang belum sepenuhnya dipercaya tetapi ingin dicoba untuk menggali sisi baru dalam diri. Dalam kategori pertama, ia juga secara berkala memilih peran antagonis atau drama sejarah sebagai tantangan, yang menurutnya telah memberi variasi pada filmografinya,

“Di antara peran-peran yang dapat saya hubungkan, saya juga sesekali menantang diri dengan drama sejarah atau peran antagonis, yang menurut saya telah membuat filmografi saya sedikit beragam,” ujarnya.

Semangat Kompetitif yang Membawa Motivasi

Ada banyak individu di sekitar yang memengaruhi semangatnya. “Sebaliknya dari mengikuti langkah mereka, daya saing saya berasal dari motivasi yang diperoleh. Berkat hal itu, saya terus berupaya keras hingga kini,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *