Visit Agenda: Perhatikan, Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung

Perhatikan, Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung

Memahami jenis golongan darah Anda menjadi hal yang penting, terutama jika tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan jantung. Penelitian terbaru mengungkap bahwa individu dengan golongan darah tertentu menghadapi peluang lebih besar mengalami gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Berikut penjelasan terperinci mengenai golongan darah mana yang rentan terhadap risiko tersebut.

Peningkatan Risiko pada Golongan Darah A dan B

Temuan menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A dan B memiliki risiko pembekuan darah yang lebih tinggi dibandingkan pemilik golongan darah O. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal *Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology* oleh American Heart Association pada Januari 2020 melibatkan lebih dari 400.000 peserta. Hasilnya menemukan bahwa golongan darah A atau B meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 8 persen. Selain itu, kondisi gagal jantung dianggap lebih mungkin terjadi dengan tingkat peningkatan 10 persen dibandingkan golongan darah O.

Kemungkinan Trombosis dan Emboli Paru-Paru

Perbedaan signifikan terjadi pada risiko trombosis vena dalam. Orang dengan golongan darah A dan B memiliki peluang 51 persen lebih tinggi mengalami kondisi ini. Selain itu, risiko emboli paru-paru juga meningkat sebesar 47 persen dibandingkan dengan mereka yang berjenis darah O. Meski begitu, penelitian juga menyebutkan bahwa hipertensi lebih kecil kemungkinannya terjadi pada golongan darah A atau B, sebesar 3 persen dibandingkan jenis O.

Implikasi untuk Pengobatan Personalisasi

Hilde Groot, penulis utama penelitian, menjelaskan bahwa penemuan ini bisa menjadi dasar untuk pengobatan yang lebih spesifik. “Dokter umum dapat memanfaatkan informasi ini dalam pencegahan serta perawatan penyakit kardiovaskular. Profesional medis juga perlu mengintegrasikan data golongan darah dalam eksperimen masa depan,” katanya, seperti dilansir dari situs American Heart Association.

Penjelasan dari Ahli Hematologi

Douglas Guggenheim, ahli hematologi di Penn Medicine, yang tidak terlibat dalam studi ini, menegaskan bahwa penyebab kenaikan risiko serangan jantung terkait dengan inflamasi tubuh. “Protein dalam darah golongan A dan B berpotensi menyebabkan penyumbatan atau kentalnya pembuluh darah, yang memicu pembekuan dan penyakit jantung,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa meski ada korelasi antara jenis darah dan risiko, golongan darah O tidak menjamin perlindungan utama terhadap serangan jantung.

Faktor Utama dalam Kesehatan Jantung

Menurut Guggenheim, gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan lingkungan tetap menjadi penentu utama kesehatan jantung. “Secara umum, rekomendasi kesehatan jantung selalu berupa makanan seimbang dan rutinitas yang aktif,” jelasnya, seperti diambil dari CNET. Meski begitu, ia memprediksi bahwa penelitian lebih lanjut mungkin menghasilkan pendekatan terapi berbasis golongan darah, misalnya penggunaan aspirin harian untuk pasien dengan kolesterol sehat dan jenis darah A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *