Special Plan: Safrizal ingatkan strategi matang kunci pembangunan Aceh

Safrizal: Strategi Matang Jadi Kunci Utama Pembangunan Aceh

Jakarta – Safrizal Zakaria Ali, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, menggarisbawahi keharusan merancang strategi yang matang sebagai dasar keberhasilan pembangunan Aceh. Penekanan ini disampaikannya sebelum memberikan tujuh arahan khusus Menteri Dalam Negeri dalam Musrenbang RKPD Aceh Tahun 2027, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Mengutip Filosofi Militer Sun Tzu

Sebagai pembuka, Safrizal mengambil ilmu dari filosofi militer kuno Sun Tzu, yaitu “Kenali diri sendiri, kenali musuh. Seribu pertarungan, seribu kemenangan.” Kutipan tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa perencanaan strategis adalah elemen kritis dalam mendorong kemajuan Aceh.

Analisis Tantangan Utama Aceh

Dalam keterangan tertulisnya, Safrizal menyebutkan bahwa inflasi menjadi ancaman utama saat ini, mencapai 5,31 persen per Maret 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gejolak geopolitik global, yang berdampak langsung pada peningkatan harga energi dan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, angka pengangguran terbuka mencapai 5,64 persen, sementara stunting masih menjadi tantangan besar di tingkat kabupaten/kota.

Resep Sukses dengan Strategi “ADA”

Untuk mengatasi masalah tersebut, Safrizal menawarkan pendekatan berbasis strategi “ADA” (Availability, Distribution, Affordability). Strategi ini sebelumnya membantu Bangka Belitung menurunkan inflasi menjadi salah satu yang terendah secara nasional saat ia menjabat sebagai Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (2023-2024).

“Inflasi adalah musuh utama Aceh saat ini,” kata Safrizal. “Kita perlu merancang pendekatan yang sistematis untuk mengatasinya.”

Potensi Demografi dan Tantangan Stunting

Safrizal juga menyoroti peluang besar Aceh melalui bonus demografi, dengan persentase populasi usia produktif mencapai 64,16 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,23. Dengan kondisi ini, ia menegaskan bahwa Aceh siap melakukan transformasi ekonomi dan peningkatan hilirisasi industri.

“Penurunan stunting harus menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi kepala daerah,” tambahnya. “Ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Langkah-Langkah Strategis Pemerintah Aceh

Dalam arahannya, Safrizal mengingatkan beberapa langkah utama, termasuk penguatan kemandirian fiskal melalui digitalisasi pajak. Ia menekankan bahwa Aceh perlu mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat. Selain itu, dianjurkan percepatan belanja daerah, pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, dan penyelarasan program dengan visi nasional Asta Cita.

Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif

Lebih lanjut, ia memperingatkan agar Aceh mulai menyiapkan alternatif pembiayaan seiring transisi penurunan Dana Otsus. Acara yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat dari Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI. Hadir pula tokoh lokal seperti Sekda Aceh M. Nasir, Forkopimda Aceh, DPR Aceh, dan para Bupati serta Wali Kota se-Aceh.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keberhasilan pembangunan,” ujar Safrizal. “Ini adalah forum untuk menyusun draf final yang lebih tangguh dan efektif.”

Acara dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan dihadiri perwakilan LSM serta media, menjadikannya ruang diskusi yang komprehensif untuk merancang masa depan Aceh 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *