Topics Covered: ESDM: 150 juta barel minyak Rusia diimpor bertahap hingga akhir 2026

ESDM: 150 Juta Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana pengimporan minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia secara bertahap hingga Desember 2026. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan bahwa langkah ini tidak dilakukan sekaligus, karena memerlukan fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.

Penggunaan Minyak Rusia

Minyak yang diimpor dari Rusia akan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, tambang, serta bisa dijadikan bahan baku petrokimia apabila diperlukan. Yuliot menjelaskan bahwa impor ini bertujuan memenuhi kebutuhan negara hingga akhir tahun.

“Untuk pemenuhan kebutuhan sampai akhir tahun. 150 juta barel,” ujar Yuliot.

Komitmen dari Rusia

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Indonesia mendapat penawaran 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Penawaran ini terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, di mana Rusia menyetujui pengiriman 100 juta barel pertama.

“Jadi dia (Prabowo) ke Moskow bukan untuk foya-foya. Dia ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin,” ujar Hashim.

Impor dari Negara Lain

Indonesia tetap menjaga ketergantungan pada impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS). Yuliot menyebutkan bahwa kebutuhan minyak harian Indonesia mencapai 1,6 juta barel, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel per hari. “Artinya, kita masih perlu mengimpor sekitar 1 juta barel per hari. Kalau dikalkulasikan (sepanjang tahun) 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika,” ucap Yuliot.

Alternatif Pemasok Energi

Dalam kondisi gejolak ekonomi global akibat konflik antara AS-Israel dan Iran, Rusia menjadi pilihan strategis untuk menutupi kebutuhan energi Indonesia. Kementerian ESDM menyatakan bahwa impor dari Rusia akan dilakukan secara bertahap, sementara negara lain tetap menjadi sumber tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *