Harga Kabel Tiba-Tiba Meledak – Pedagang Glodok Tunjuk Biang Keroknya
Harga Kabel Tiba-Tiba Meledak, Pedagang Glodok Tunjuk Biang Keroknya
Kenaikan harga kabel listrik di kawasan Glodok, Jakarta Barat, kini menjadi perbincangan antusias di antara para penjual. Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyebab utama kenaikan ini dikaitkan dengan kenaikan biaya tembaga secara global. Meski demikian, sejumlah pedagang menyebutkan bahwa material plastik, khususnya PVC, juga berkontribusi terhadap peningkatan harga.
Kenaikan Harga Dimulai Dalam Beberapa Hari Terakhir
Kurnia, salah satu penjual kabel instalasi, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi dalam sepekan terakhir. “Katanya sih karena harga tembaga, mungkin karena perang di Timur Tengah,” ujarnya saat ditemui di Glodok Jaya, Kamis (23/4/2026). Menurut Kurnia, kenaikan ini mulai dirasakan sejak beberapa hari belakangan, meski harga tembaga sendiri sudah naik sejak awal tahun 2026.
“Sudah ada kenaikan seminggu terakhir ya, padahal harga tembaganya katanya sudah naik awal 2026,” tambahnya.
Menurut Hans, pedagang lainnya, meski kenaikan utama berasal dari tembaga, bahan plastik seperti PVC juga turut memengaruhi harga. “Kalau kata pedagang lain sih karena tembaga, ya kan di dalam kabel pasti ada tembaganya, cuma kenaikan harga plastik katanya juga berimbas ke harga kabel,” katanya.
Di sisi lain, Mei Mei menyatakan bahwa hingga saat ini, harga jual kabel di tokonya belum berubah. Namun, ia mengungkapkan bahwa ada kabar mengenai kenaikan bahan baku, seperti tembaga dan PVC, yang mungkin akan berdampak pada harga lebih lanjut.
“Kalau naik harga, di sini masih normal sih itungannya, masih stabil lah, cuma memang sudah ada informasi akan kenaikan bahan baku,” ujarnya.
Mei Mei juga mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah belum terlalu berpengaruh pada penjualan kabel. “Kalau rupiah, memang sih kalau dilihat sudah sentuh Rp17.000, tapi belum sampai terdampak banget ke sini,” terangnya.
Rincian Harga Kabel di Glodok, Kamis (23/4/2026)
Berikut harga kabel yang berlaku saat ini:
- Kabel NYM 2×1.5: Rp21.000 per meter (sebelumnya Rp18.000)
- Kabel NYM 2×2.5: Rp28.000 per meter (sebelumnya Rp25.000)
- Kabel NYM 3×2.5: Rp31.000 per meter (sebelumnya Rp21.000)
- Kabel NYA 1.5 mm: Rp12.800 per meter (sebelumnya Rp9.800)
- Kabel LAN Belden UTP CAT 6: Rp10.000 per meter (sebelumnya Rp7.000)
Mei Mei berharap kenaikan harga tidak terus berlanjut, karena kehidupan masyarakat semakin sulit. “Ya kalau bisa enggak ada kenaikan harga ya, soalnya hidup makin susah. Saya makan saja sekarang, harga makanan memang enggak naik, tapi porsinya jadi berkurang,” pungkasnya.