New Policy: AS kembangkan opsi serangan baru ke Iran jika kesepakatan gagal
AS Kembangkan Opsi Serangan Baru ke Iran Jika Kesepakatan Gagal
Moskow – Angkatan Bersenjata Amerika Serikat sedang merancang beberapa strategi serangan terhadap Iran, termasuk di wilayah Selat Hormuz, bila perjanjian sementara antara Washington dan Teheran tidak mencapai hasil. Laporan CNN, Kamis (23/4), mengungkap bahwa opsi ini mencakup tindakan terhadap kapal cepat, perahu penyebar ranjau, serta kekayaan senjata asimetris yang dimanfaatkan Iran untuk menghalangi jalur laut penting.
Penargetan Infrastruktur dan Tokoh Kepemimpinan
Lebih lanjut, militer AS juga mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas dwiguna Iran, seperti pembangkit energi dan struktur jembatan, yang sebelumnya menjadi ancaman dari pemerintahan Trump. Selain itu, ada kemungkinan menyerang komandan militer Iran dan tokoh-tokoh kepemimpinan negara, termasuk Ahmad Vahidi, kepala Korps Garda Revolusi Islam.
Pembicaraan yang Tidak Berhasil
Dalam rangkaian kejadian, AS dan Israel melakukan serangan pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Kedua pihak lalu sepakat menghentikan perang selama dua minggu pada 7 April, namun diskusi lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Meski belum ada pengumuman resmi soal kembalinya perang, AS telah mengaktifkan pembatasan terhadap pelabuhan Iran.
Trump menyatakan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata sambil tetap menjalankan blokade. Ia juga menegaskan adanya peluang pembicaraan damai dengan Iran dalam 36 hingga 72 jam ke depan.
Sementara itu, blokade yang diterapkan AS terhadap pelabuhan Iran terus berjalan, menegaskan komitmen terhadap tekanan ekonomi. Meski demikian, pihak AS masih mengeksplorasi kemungkinan dialog untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.